Tiga periode, apa selamatkan partai -->

Breaking news

News
Loading...

Tiga periode, apa selamatkan partai

dok. istimewa (5/1) Rocky Gerung menegaskan, berdasarkan banyak pertimbangan,  to be or not to be, bagi PDIP adalah sekarang Pemilu tidak boleh ditunda. 


Jakarta - Ditengah ‘dilema’ memilih siapa tokoh paling ideal yang bisa diusung oleh PDIP dalam Pilpres 2024, pengamat politik sekaligus akademisi, Rocky Gerung mengatakan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri juga dihadapkan dengan isu penundaan Pilpres.


“Saat ini masih ada agenda yang jauh lebih serius yakni niat Pak Jokowi dan orang-orang sekitarnya untuk memperpanjang masa jabatannya,” kata Rocky Gerung melalui kanal FNN, Selasa (03/01/23).


“Ya, saya  kira itu juga Ibu Megawati butuh kejelasan ini mau memperpanjang atau tidak karena itu akan mempengaruhi pencalonan Ibu Mega terhadap kader PDIP,” tambah Rocky. 


Isu penundaan pemilu dan perpanjangan tiga periode menurut Rocky karena Presiden Jokowi menganggap bahwa dia ada di dalam era yang tidak pasti. 


“Kalau dia lengser hari-hari ini mungkin masih enak. Tapi kalau dia lengser di tahun 2023 awal karena percepatan krisis politik dan krisis ekonomi, tidak enak juga,” kata dia.


“Kalau dia ingin memastikan bahwa ingin diperpanjang sampai 2027 atau 2027, pertanyaannya adalah legitimasinya dari mana? Dan bagi PDIP apa point-nya? Itu pasti aspek negatif perpanjangan yaitu PDIP kekurangan kesempatan untuk mengkonsolidasi partainya,” tambah Rocky. 

Rocky menegaskan, berdasarkan banyak pertimbangan,  to be or not to be, bagi PDIP adalah sekarang Pemilu tidak boleh ditunda. 


“Begitu kira-kira pikiran Ibu Mega. Yang lain tentu juga merasa bahwa kalau PDIP mengucapkan itu maka selesai kecemasan politik,” kata dia.


“Jadi harus ada keputusan Ibu Mega, mau menyelamatkan partai, mau menyelamatkan marhaenisme, atau mau ikut pada permainan yang diumpankan oleh Pak Jokowi. Kan Pak Jokowi umpankan itu buat Ibu Mega soal penundaan itu,” sambung Rocky.


Bagi PDIP ini juga pertaruhan kalau kemudian mereka ikut arus besar. Sejarah akan mencatat perjuangan Megawati yang sangat konsisten sejak orde baru ternodai. 


“Sejak orde baru Ibu Mega tetap berjuang untuk menegakkan demokrasi. Kita juga melihat sikap Ibu Megawati pada episode pertama perpanjangan masa jabatan dengan tegas menolak,” ungkapnya. (dw/*)