Presiden Jokowi pantau pembagian BLT BBM, Netizen ramai: Banyak warga yang tertindas -->

Breaking news

News
Loading...

Baca kami di Helo

Presiden Jokowi pantau pembagian BLT BBM, Netizen ramai: Banyak warga yang tertindas

dok. istimewa/ Unggahan itu pun langsung dikomentari para netizen. Mereka beramai-ramai menyampaikan protesnya atas kenaikan harga BBM, (6/9).


Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi terus mendapat kecaman dan kritikan terkait dengan keputusannya menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).


Terkini, unggahan orang nomor satu di tanah air tersebut bahkan ramai oleh berbagai macam komentar yang menyuarakan ketidaksetujuannya akan kebijakan tersebut.


Postingan yang dimaksud adalah saat Jokowi melihat pembagian bantuan terkait BBM di Lampung.


"Dari Papua, Maluku, dan hari ini di Lampung, saya datang untuk meninjau langsung pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM)," tulisnya.


Jokowi bersyukur proses penyaluran bantuan berjalan dengan lancar tanpa kendala.


"Saya sempat bertemu dengan para penerima BLT BBM di Kantor Pos Bandar Lampung. Alhamdulillah, prosesnya berjalan dengan baik," kata Jokowi.


Unggahan itu pun langsung dikomentari para netizen. Mereka beramai-ramai menyampaikan protesnya atas kenaikan harga BBM.


"Pak, coba cek gaji-gaji karyawan pak. Kok nggak naik-naik. Semua bahan-bahan pokok dan sehari-hari naik, BBM dan sejenisnya pada naik. Kenapa gaji-gaji karyawan nggak naik-naik pak," kata salah satu netizen di kolom komentar.


"Turunkan harga BBM," timpal netizen lainnya.


"Banyak warga yang tertindas," imbuh netizen lainnya.


"Kita tidak perlu bantuan pak. Kita perlu BBMnya turunin harganya," tambah netizen lainnya.


Seperti diketahui, pmerintah resmi menaikan harga BBM per 3 September 2022. Petalite dari harga Rp 7.650 menjadi Rp 10 ribu per liter.


Lalu solar subsidi menjadi Rp 6.800 dari Rp 5.150 per liter. Sedangkan Pertamax nonsubsidi menjadi Rp 14.500 dari Rp 12.500 per liter. (dw/*)