Catatan Pangandaran untuk jadi wisata Internasional? -->

Breaking news

News
Loading...

Baca kami di Helo

Catatan Pangandaran untuk jadi wisata Internasional?

dok. istimewa/ evaluasi perlu dilakukan, tepatnya saat Pangandaran dikunjungi wisatawan, (9/5/2022).


Pangandaran - Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum memberikan tiga catatan terkait evaluasi libur Lebaran di Pantai Pangandaran. Pangandaran saat ini menjadi ingin dijadikan salah satu wisata internasional di Jabar.


"Pangandaran dijadikan skala prioritas karena Pak Gubernur (Ridwan Kamil) ingin Pangandaran ini menjadi wisata internasional. Oleh karena itu kami perlu menyediakan sarana, prasarana dan infrastruktur yang memang harus disediakan," kata Uu dalam keterangan yang diterima detikJabar, Minggu (8/5/2022).


Uu mengatakan evaluasi perlu dilakukan, tepatnya saat Pangandaran dikunjungi wisatawan. Seperti saat libur Lebaran tahun ini.


"Ada tiga hal utama yang akan dilaporkan untuk ditindaklanjuti, yakni masalah ketersediaan lahan parkir, masalah sampah yang masih banyak berserakan, dan akses jalan pulang para wisatawan masih terhambat," ujar mantan Bupati Tasikmalaya itu.


Uu menjelaskan, tak sedikit wisatawan yang kurang sadar akan tertib lalu lintas, salah satunya parkir yang rapi saat berkunjung di tempat wisata. Uu mengaku masih melihat banyak kendaraan yang parkir sembarangan di Pangandaran, sehingga menjadi salah satu penyebab kemacetan.


Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum (kanan) di Pangandaran. Foto: Istimewa/Humas Jabar
Selain itu, lanjut Uu, Pemkab Pangandaran harus menyediakan tiga jalur alternatif sebagai akses keluar wisatawan dari Pantai Pangandaran. Jalur alternatif tersebut bertujuan mengurangi kemacetan di jalur utama.


"Barusan banyak kendaraan yang parkir di tengah jalan, akhirnya mengganggu dan digeser, digotong. Itu kan merepotkan warga. Oleh karena itu, hal ini juga menjadi bahan evaluasi kami yang akan dilaporkan kepada Pak Gubernur," ungkap Uu.


"Kemudian juga yang menjadi permasalahan kita adalah akses jalan pulang. Kalau berangkat lancar, tetapi di saat ada yang sudah mulai pulang dari Pangandaran, selalu macet di perjalanan. Kemarin ada yang bilang sampai tujuh hingga delapan jam. Oleh karena itu dipikirkan juga jalur alternatif untuk pulang, ternyata sudah dipersiapkan oleh pemkab. Tinggal mengeksekusi," tuturnya.


Uu menambahkan, penerapan protokol kesehatan (prokes) pada tahun ini lebih longgar dibandingkan sebelumnya. Ia mengimba masyarakat tetap mengikuti arahan pemerintah untuk menjaga prokes, meskipun sedang berada di lokasi wisata. (dw/*)