Ternyata tersangka penggelapan pajak kendaraan di Samsat Tangerang, Duitnya digunakan untuk,.. -->

Breaking news

News
Loading...

Baca kami di Helo

Ternyata tersangka penggelapan pajak kendaraan di Samsat Tangerang, Duitnya digunakan untuk,..

dok. istimewa/ Hasil pemeriksaan, (mereka) tersangka sudah menggunakan atau menikmati uang hasil tersebut, contohnya ada yang membeli mobil, membeli motor, beli rumah, atau melakukan rehab rumah, (23/4/2022).


Banten - Kejati Banten telah menetapkan empat orang sebagai tersangka di kasus penggelapan pajak kendaraan di Samsat Kelapa Dua, Tangerang. Para tersangka menggunakan duit penggelapan itu untuk beli mobil hingga renovasi rumah.


"Hasil pemeriksaan, mereka (tersangka) sudah menggunakan atau menikmati uang hasil tersebut, contohnya ada yang membeli mobil, membeli motor, beli rumah, atau melakukan rehab rumah," kata Kajati Banten Leonard Eben Ezer Simandjuntak, Jumat (22/4/2022).


Dia mengatakan penggelapan pajak kendaraan itu dilakukan dari Juni 2021 hingga Februari 2022. Empat tersangka yang sudah ditetapkan adalah Zulfikar, selaku Kasi Penagihan dan Penyetoran; Ahmad Prio, staf PNS bagian penetapan; M Bagja Ilham, selaku honorer di bagian kasir; dan Budiono, mantan pegawai dan pembuat aplikasi Samsat.


Leonard menambahkan, selama penggelapan pajak ini, para tersangka telah menghilangkan barang bukti. Dokumen setoran pajak dari penyetor yang sah diakui oleh tersangka telah dibakar.


"Ada surat ketetapan yang dirobek dan dibakar, contohnya hasil penetapan bahwa itu diubah, ada juga bukti pembayaran," ujarnya.


Untuk sementara mereka mengaku mendapatkan uang senilai Rp 6 miliar dari penggelapan itu.


"Kalau menurut keterangan mereka Rp 6 miliar, nanti kita akan cocokkan dari data di 2021, kemungkinan bisa lebih," katanya.


Penggelapan pajak di Samsat Kelapa Dua dilakukan dengan modus manipulasi pajak kendaraan. Para tersangka bekerja sama memanipulasi setoran wajib pajak melalui sistem di aplikasi Samsat.


"BBN 1 (bea balik nama) dimanipulasi menjadi BBN 2, yang tadinya adalah mobil baru diubah menjadi (pajak) mobil bekas," ujar Leonard. (dw/*)