Pengakuan pelaku pemerkosa, di php in berujung pembunuhan di Jakpus -->

Breaking news

News
Loading...

Baca kami di Helo

Pengakuan pelaku pemerkosa, di php in berujung pembunuhan di Jakpus

dok. ilustrasi/ Kedekatan ini sudah dekat sering berangkat kerja dianterin, pulang kerja dianterin, (7/3).


Jakarta - A (22), pelaku pemerkosaan dan pembunuhan wanita inisial AW (20) di Sawah Besar, Jakarta Pusat (Jakpus) menjadi tersangka. A terancam hukuman lebih dari 20 tahun penjara.


"Bisa di atas 20 tahun ancaman hukumannya," ujar Kapolsek Sawah Besar Kompol Maulana Muqarom saat dimintai konfirmasi, Minggu (6/3/2022).


Maulana menjelaskan, selain dijerat dengan pasal pembunuhan dan pemerkosaan, A juga dijerat pasal pencurian dengan kekerasan (curas). Pasalnya, A mencuri hp dan dompet korban usai membunuhnya.


"Kita sita hp dan dompet korban di rumah tersangka. Makanya kita kenakan Pasal 365, juga pencurian dengan kekerasan, selain pasal pembunuhan dan pemerkosaannya," tuturnya.


Sementara itu, Maulana mengungkap profesi dari pelaku yang mengaku sakit hati dengan korban ini. Dia menyebut pelaku bekerja serabutan.


"Pelaku kerja serabutan," imbuh Maulana.


Sebelumnya, Kompol Maulana mengatakan korban dan pelaku berteman sejak dua tahun yang lalu. Keduanya cukup dekat tanpa status asmara.


"Jadi kan motifnya adalah tersangka sakit hati kepada korban ya. Mereka berdua ini teman dekat kenalan sudah sekitar dua tahun, namun ketika si pelaku mengutarakan rasa suka kepada korban ternyata korban tidak merespons. Intinya 'di-php-in' lah," jelas Maulana.


Saking dekatnya pelaku sering antar-jemput korban. Korban diketahui bekerja di sebuah toko jam.


"Sedangkan kedekatan ini sudah dekat sering berangkat kerja dianterin, pulang kerja dianterin," katanya.


Pada Kamis (3/3) malam pelaku mengantar korban pulang ke kontrakannya. Korban kemudian mengajak pelaku masuk ke dalam kontrakan.


"Jadi pada saat pelaku jemput korban sebelum pulang kerja, biasa terus diajak masuk atau bertamu di rumah korban," tuturnya.


Saat itulah pelaku mengutarakan rasa cintanya kepada korban. Namun karena korban masing terbayang sang mantan, pelaku kesal hingga terjadi percekcokan.


"Terus terjadi cekcok karena si pelaku mengutarakan, menanyakan status hubungannya, tapi ternyata si korban ini masih ingat mantannya," ungkapnya.


Percekcokan itu kemudian kemudian berakhir dengan penganiayaan. Pelaku mencekik korban hingga tidak sadarkan diri lalu memperkosanya.


Tidak lama setelah itu korban tewas. Pelaku kemudian melarikan diri. Jasad korban ditemukan pada Jumat (4/3)

(dw/*)