Harap di perhatikan, mengemudi di jalan Tol pemula jangan berkendara di jalur ini,. -->

Breaking news

News
Loading...

Baca kami di Helo

Harap di perhatikan, mengemudi di jalan Tol pemula jangan berkendara di jalur ini,.

dok. dew/ Lajur paling kiri merupakan lajur lambat, umumnya digunakan oleh pengemudi truk dengan barang muatan yang melaju dalam kecepatan rendah dan stabil (26/2).


Jakarta - Saat baru belajar mengendarai mobil, pengemudi pemula umumnya masih kerap ragu dalam melakukan manuver seperti pindah lajur, berbelok dan menjaga kecepatan.


Ketika berada di jalan tol, kendaraan roda empat melaju dalam kecepatan yang cukup tinggi dan stabil. Berbeda dengan keadaan di jalan raya, pengemudi yang berkendara melalui jalan tol harus bisa menjaga kecepatan stabil sembari juga menjaga jarak aman antar kendaraan.


Lajur paling kiri merupakan lajur lambat, umumnya digunakan oleh pengemudi truk dengan barang muatan yang melaju dalam kecepatan rendah dan stabil.


Pengemudi pemula tidak dianjurkan untuk berkendara di lajur ini, walaupun kesannya lebih aman ketimbang berada di jalur tengah, di mana banyak mobil melaju dalam kecepatan yang tinggi.


Training Director The Real Driving Centre (RDC) Roslianna Ginting mengatakan, pengemudi pemula perlu pendamping yang kompeten saat berkendara melalui jalan tol, agar tidak malah memilih lajur lambat karena takut.


"Takutnya mereka memilih lajur paling kiri, karena takut dengan kendaraan yang melaju dengan cepat. Tapi, malah berisiko jika di belakang kendaraan besar. Sedangkan titik buta kendaraan besar tersebut cukup banyak," jelasnya.


Berbeda dengan kendaraan lain, kendaraan besar seperti truk memiliki lebih banyak blind spot. Kendaraan kecil seringkali berada di titik buta yang tidak terlihat oleh pengemudi truk, membuatnya rentan terserempet.


Hal ini juga akan membahayakan pengemudi ketika akan berpindah lajur. Roslianna menjelaskan, pengemudi pemula umumnya masih ragu dalam bermanuver seperti berpindah lajur.


Selain itu, pengemudi pemula juga kurang baik dalam mengatur spion, sehingga titik butanya lebih banyak.


"(Pengaturan spionnya) lebih banyak porsinya ke bodi mobil, sehingga titik buta besar," kata Roslianna.


Maka dari itu, Roslianna menegaskan pentingnya persiapan dan pendamping yang kompeten jika pengemudi pemula ingin berkendara melalui jalan tol. Karena, risiko berkendara di jalan tol lebih besar.


"Lebih baik dipastikan dulu aman di jalan non-tol, kalau mau aman di kursus mengemudi ada materi jalan tol. Karena, kalau pendamping pun, jika memberikan reaksi negatif, malah membahayakan," ujar dia. (dw/*)