Berakhirnya perjalanan si Abah karena batasan usia -->

Breaking news

News
Loading...

Berakhirnya perjalanan si Abah karena batasan usia

dok. istimewa/ 'Si Abah' sempat dua kali turun gunung sehingga menimbulkan konflik dengan manusia., (9/2).


Ciamis - Macan tutul 'Si Abah' penguasa Suaka Margasatwa (SM) Gunung Sawal, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, sebelum ditemukan mati ternyata sempat membuat heboh warga Tatar Galuh.


Tercatat 'Si Abah' sempat dua kali turun gunung sehingga menimbulkan konflik dengan manusia. Pertama pada Oktober 2018 lalu, macan tutul tersebut sempat memakan beberapa hewan ternak warga. Ternak berupa domba itu berada di kandang yang terletak di kaki Gunung Sawal.


Warga yang kesal kemudian mencoba menjebak hewan buas yang memangsa ternak. Dengan menggunakan kandang kosong dan diberi umpan domba, macan pun berhasil ditangkap warga.


Warga kaki Gunung Sawal di Kecamatan Cipaku pun menyadari bahwa satwa tersebut dilindungi, kemudian menyerahkannya ke BKSDA Jabar. Setelah beberapa bulan dilakukan rehabilitasi, 'Si Abah' pun kembali dilepasliarkan di SM Gunung Sawal.


Selang dua tahun tepatnya 23 Juni 2020, macan tutul 'Si Abah' kembali tertangkap warga karena bikin ulah dengan memangsa ternak warga. Kemudian setelah 2 bulan menjalani rehabilitasi dan pemeriksaan, 'Si Abah' kembali dilepasliarkan pada Agustus 2020.


Lokasi pelepasliaran dipilih masih SM Gunung Sawal berdasarkan hasil rapat BKSDA Jabar. Mengingat SM Gunung Sawal merupakan habitat asli 'Si Abah'. Bila di tempat lain dikhawatirkan tidak dapat bertahan. Mengingat usia 'Si Abah' sudah cukup tua kala itu atau setara manusia 60 tahun.


Namun pada Februari 2022 ini, macan tutul 'Si Abah' ditemukan sudah mati dalam kondisi tinggal tulang belulang. Hal tersebut dibenarkan Kabid KSDA Wilayah III Ciamis Andi Witria.


"Jadi setelah mendapat laporan dari masyarakat, kita ke lokasi penemuan dan memeriksanya. Setelah dicocokkan dengan struktur gigi dan tulang belulang ternyata cocok. Si Abah mati secara alami karena usianya sudah tua," katanya. (dw/*)