Terkait OTT Wali Kota Bekasi oleh KPK, Ketua DPD Golkar Ade Puspitasari sebut pembunuhan karakter -->

Breaking news

News
Loading...

Terkait OTT Wali Kota Bekasi oleh KPK, Ketua DPD Golkar Ade Puspitasari sebut pembunuhan karakter

By: Tim BNNews INVESTIGASI
Saturday, 8 January 2022

Foto: Ade Puspitasari (Screenshot video viral)


"Logikanya, OTT, saya ada transaksi, bang saya serahkan (uang) saya ke-gap, benar nggak? Ini tidak ada, bahwa pak wali (Pepen) beserta KPK tidak membawa uang dari Pendopo. Uang yang ada di KPK itu uang yang di luaran dari pihak ketiga, dari kepala dinas, dari camat, itu pengembangan, tidak ada OTT, memang ini pembunuhan karakter", (8/1).


Bekasi - Ketua DPD Golkar Kota Bekasi yang juga putri kandung Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Ade Puspitasari, berkomentar soal operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap ayahnya. Dia menilai KPK telah melakukan pembunuhan karakter.


Pernyataan tersebut disampaikan Ade dalam agenda Pelantikan Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar se-Kota Bekasi di Graha Girsang Jatiasih, Bekasi Selatan, Sabtu (8/1/2021). Potongan video agenda ini beredar di media sosial (medsos).


Di hadapan kader Golkar Kota Bekasi, Ade menyebut tidak ada uang sepeser pun yang dibawa KPK saat melakukan penangkapan terhadap ayahnya yang akrab disapa Pepen. Dia menilai penangkapan ini adalah upaya menjatuhkan nama baik ayahnya.


"Saksinya banyak, stafnya yang di rumah itu saksi semua. Bagaimana Pak Wali dijemput di rumah, bagaimana Pak Wali hanya membawa badan. KPK hanya membawa badan Pak Wali, tidak membawa uang sepeser pun," katanya.


"Logikanya, OTT, saya ada transaksi, bang saya serahkan (uang) saya ke-gap, benar nggak? Ini tidak ada, bahwa pak wali (Pepen) beserta KPK tidak membawa uang dari Pendopo. Uang yang ada di KPK itu uang yang di luaran dari pihak ketiga, dari kepala dinas, dari camat, itu pengembangan, tidak ada OTT, memang ini pembunuhan karakter," ujar Ade.


Selain itu, Ade menilai penangkapan ayahnya oleh KPK bermuatan politis. Menurutnya, Partai Golkar sedang diincar, tanpa menyebut gamblang siapa pihak yang dia maksud mengincar partai berwarna kuning ini.


"Memang ini kuning sedang diincar, kita tahu sama tahu siapa yang mengincar kuning, tapi nanti di 2024 jika kuning koalisi dengan orange matilah yang warna lain," ujar Ade disambut tepuk tangan para kader.


Saat dikonfirmasi detikcom, Ade Puspitasari membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dia mengatakan pernyataannya itu adalah bentuk motivasi untuk membangkitkan semangat kader Golkar Kota Bekasi.


"Bahwa yang saya sampaikan adalah motivasi, dan suplementasi kepada kader agar tidak terusik oleh bisingnya gerakan destruktif terhadap kader Golkar Kota Bekasi," kata Ade.


Diketahui, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi bersama sejumlah orang lainnya ditangkap KPK. Dari OTT kasus dugaan korupsi ini, KPK juga mengamankan uang total Rp 5,7 miliar. (dw/*)