Terkait pidato ketum PSI sebut pemimpin pembohong, Wagub: Empat tahun ini DKI Jakarta terjadi perubahan yang luar biasa -->

Breaking news

News
Loading...

Terkait pidato ketum PSI sebut pemimpin pembohong, Wagub: Empat tahun ini DKI Jakarta terjadi perubahan yang luar biasa


Harus dilihat juga apa yang telah diperbuat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk DKI Jakarta selama empat tahun ini, dok. istimewa (26/12).


Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menanggapi pidato Ketua Umum PSI Giring Ganesha di depan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut pemimpin pembohong dan pernah dipecat tak layak dipilih.


Riza mengatakan, siapa pun berhak pendapat, karena Indonesia merupakan negara demokrasi.


Namun begitu, harus dilihat juga apa yang telah diperbuat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk DKI Jakarta selama empat tahun ini.


"DKI Jakarta empat tahun ini terjadi perubahan yang luar biasa. Terjadi peningkatan pembangunan yang luar biasa maju kotanya, bahagia kotanya," tutur Riza usai menghadiri Rapat Paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (24/12/2021).


Politikus Partai Gerindra ini meminta untuk menanyakan kepada warga Jakarta, dan melihat hasil survei.


"Prestasi demi prestasi, penghargaan demi penghargaan, terus hadir untuk Pemprov DKI Jakarta dan seluruh warga," tutup Riza.


Seperti diketahui, dalam pidatonya di HUT ke-7 PSI, Giring mengungkap kekhawatirannya atas sosok pengganti Presiden Jokowi.


Dia khawatir, calon presiden yang memenangi Pilpres 2024 adalah figur yang punya rekam jejak memolitisasi agama, sosok yang pernah dipecat Jokowi, dan pembohong.


"Kemajuan kita akan terancam jika kelak orang yang menggantikan Pak Jokowi adalah sosok yang mempunyai rekam jejak menggunakan isu SARA dan menghalalkan secara cara untuk menang dalam Pilkada," ujar Giring di hadapan Presiden Jokowi dan para kader PSI.


"Indonesia akan suram jika yang terpilih kelak adalah seorang pembohong dan juga pernah dipecat oleh Pak Jokowi karena tidak becus bekerja," sambungnya.


Dalam pidatonya, Giring tidak menyebut secara lugas sosok yang dimaksudnya sebagai pemolitisasi agama, pembohong, dan pernah dipecat Jokowi.


Pihak PSI pun enggan menyebut figur yang disindir Giring.


"Kami kembalikan kepada publik untuk menafsirkan sendiri siapa yang dimaksud. Kalau ada yang merasa, kita kan tidak bisa larang," kata Ketua DPP PSI Isyana Bagoes Oka, dikutip dari Kompas.com, Kamis (23/12/2021).


Sementara, Juru Bicara PSI Nanang Priyo Utomo secara implisit mengakui sosok yang disindir Giring merupakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.


Nanang menyebut, kebohongan sosok yang berjanji kepada masyarakat itu menyoal program rumah DP 0 rupiah, naturalisasi sungai, hingga program Oke Oce. (dw/*)