Kembali terjadi dugaan pencabulan santri sekarang di Ponpes Tasikmalaya, .. -->

Breaking news

News
Loading...

Kembali terjadi dugaan pencabulan santri sekarang di Ponpes Tasikmalaya, ..

By: Tim BNNews INVESTIGASI
Monday, 13 December 2021


Polres Tasikmalaya masih mendalami kasus dugaan pencabulan yang menimpa sembilan santri, dok. ilustrasi (13/12).


Tasikmalaya - Kasus dugaan pencabulan yang menimpa 9 santri di Kabupaten Tasikmalaya menjadi sorotan. Kemenag Tasikmalaya melakukan langkah antisipasi kasus serupa terulang.


Kemenag Tasikmalaya fokus terhadap pembinaan pondok pesantren ramah anak dan tata kelola harus dibuat terbuka. Penempatan asrama yang terpisah jadi keharusan agar peristiwa tersebut tak terulang.


"Kami akan gencar sosialisasi di masyarakat di pondok pesantren. Penguatan pondok pesantren ramah anak juga semakin digelorakan. Keterbukaan informasi di pondok menjadi hal yang harus ditempuh," kata Harus Arrosyid, Kasie Pontren Kemenag Kabupaten Tasikmalaya ditemui di Ponpes Alhidayah Singaparna, Senin (13/12/2021).


Sementara itu, Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto menyerahkan kasus ini pada penegak hukum. Meski demikian, pelaku dan korban harus mendapatkan pemulihan psikologis.


"Kami prihatin sebagai kepala daerah. Kami serahkan prosesnya pada penegak hukum. Tapi karena dua duanya pelaku dan korban sebenernya harus mendapat pemulihan dan pendampingan psikologis kalau kacamata seorang bapak," kata Ade.


Sementara itu, ormas keagamaan meminta masyarakat bijak dalam menyikapi peristiwa ini. Kasus dugaan pencabulan hanya dilakukan oknum bukan oleh lembaga pondok pesantren. Pihaknya meminta agar masyarakat tidak takut menyekolahkan anak di pondok pesantren.


"Masyarakat harus bijak yah. Jangan pukul rata. Itu bukan lembaga pesantrenya tapi oknumnya. Maka jangan ada anggapan gak mau sekolahkan anak di Pondok pesantren. Jangan takut mesantren ayo ke pondok belajar agama," kata Atam Rustam, Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya.


Polres Tasikmalaya masih mendalami kasus dugaan pencabulan yang menimpa sembilan santri ini. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan termasuk dua korban.


"Kami sedang dalami dan kita sudah menerima laporanya," ucap AKBP Rimsyahtono, Kapolres Tasikmalaya. (dw/*)