Insya Allah, BUMN tidak bekerja sendiri. Ada swasta dan relawan yang turut membantu -->

Breaking news

News
Loading...

Baca kami di Helo

Insya Allah, BUMN tidak bekerja sendiri. Ada swasta dan relawan yang turut membantu


Menteri BUMN pada siang ini, Senin (6/12), memimpin rapat koordinasi Satgas Bencana BUMN untuk membantu warga yang terkena dampak bencana letusan Gunung Semeru, dok. istimewa (6/12).


Jakarta - Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan BUMN bersama swasta dan relawan turut membantu masyarakat yang terdampak bencana letusan Gunung Semeru.


"Insya Allah, BUMN tidak bekerja sendiri. Ada swasta dan relawan yang turut membantu. Semoga apa yang kami usahakan ini bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita," ujar Erick Thohir seperti dikutip dari akun Instagram resminya @erickthohir di Jakarta, Senin (6/12).


Untuk itu, Erick Thohir mengapresiasi gerak cepat perusahaan-perusahaan BUMN di bawah koordinasi satgas.


Kendati demikian, dia meminta perusahaan-perusahaan BUMN untuk lebih memetakan lagi kebutuhan masyarakat yang terdampak, terutama kebutuhan yang bersifat jangka menengah atau pasca bencana.


"Jadi kita coba melihat masalah kesehatan atau medical, kita lihat masalah sekolah dan kebutuhan sekolah, yang ketiga tadi mungkin bantuan perumahan nanti kita lihat, terutama air bersih," kata Erick Thohir.


Selain itu, Erick juga dikontak oleh beberapa swasta yang siap menyumbang untuk membantu masyarakat korban bencana alam Semeru tersebut.


"Saya sudah dikontak oleh beberapa swasta, ini mau menyumbang hampir Rp1,5 miliar nanti kita coba diskusikan bagaimana tadi administrasinya supaya ini bisa membantu selain tadi yang BUMN yang jumlahnya 21 dan tambahan yang lain-lainnya lagi," katanya.


Sebagian sumbangan swasta ini, lanjut Erick, akan difokuskan untuk bantuan alat-alat sekolah bagi anak-anak korban bencana letusan Gunung Semeru.


"Untuk alat sekolah ini perlu waktu, coba kita petakan berapa anak yang membutuhkan alat sekolah. Mungkin sebagian dari sumbangan swasta kita fokuskan ke sana," ujar Menteri BUMN. (dw/*)