SDN Perdana 3 Pandeglang butuh rehab, Empat kelas tidak bisa digunakan -->

Breaking news

News
Loading...

SDN Perdana 3 Pandeglang butuh rehab, Empat kelas tidak bisa digunakan


KBM di sekolahnya menjadi terhambat. Pasalnya, siswa yang seharusnya mengikuti KBM secara normal, kini harus dibagi sif lantaran empat ruang kelas mereka kini tak bisa digunakan kembali, dok. istimewa (29/11).


Pandeglang - Plafon bangunan SDN Perdana 3 Pandeglang ambruk. Imbasnya, empat kelas tak bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) oleh siswa.


Informasi yang dihimpun, plafon tersebut ambruk sejak Rabu (24/11). Umur bangunan yang sudah tua ditambah hujan deras beberapa hari lalu di Pandeglang pun memicu plafon SD yang berada di Kecamatan Sukaresmi, itu ambruk hingga tak bisa digunakan kembali.


"Itu (plafon yang ambruk) udah dari tahun 2006 dibangunnya dan sampai sekarang belum ada rehab lagi. Ambruknya sudah lima harian kang pas hujan terus," kata Kepala Sekolah SDN Perdana 3 Mulyadi saat dikonfirmasi, Senin (29/11/2021).


Ia merinci empat kelas yang kini tak bisa digunakan lagi di antaranya kelas 2, 3, 4 dan kelas 5. Berdasarkan foto yang dikirim oleh Mulyadi, terlihat ruangan kelas dipenuhi sisa-sisa reruntuhan plafon yang ambruk. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.


"Waktu kejadian itu anak-anak kebetulan lagi di luar, lagi istirahat. Jadi enggak sampai ada korban," ucap Mulyadi.


Lantaran tak bisa digunakan lagi, pihak sekolah sementara ini menggunakan ruangan kelas enam dan perpustakaan supaya siswa bisa mengikuti KBM. Pihak sekolah juga sudah melaporkan kejadian ini ke Disdikbud Pandeglang agar bisa segera diperbaiki.


"Sekarang kelasnya enggak dipakai, anak-anak dialihkan ke ruangan yang lebih aman sementara ini," ujarnya.


Akibat kejadian ini, menurut Mulyadi, KBM di sekolahnya menjadi terhambat. Pasalnya, siswa yang seharusnya mengikuti KBM secara normal, kini harus dibagi sif lantaran empat ruang kelas mereka kini tak bisa digunakan kembali.


"Terhambat, biasanya kan anak-anak itu belajar dari pagi sampai siang, sekarang harus sif. Pagi itu untuk kelas rendah, siang untuk kelas tinggi. Mudah-mudah bisa segera diperbaiki, soalnya pembelajaran juga jadi enggak maksimal," kata Mulyadi. (dw/*)