Kasus DBD di kabupaten Ciamis meningkat warga diminta waspada -->

Breaking news

News
Loading...

Kasus DBD di kabupaten Ciamis meningkat warga diminta waspada

By: Tim BNNews INVESTIGASI
Wednesday, 3 November 2021

Kabupaten Ciamis, ada 6 wilayah puskesmas dengan kasus DBD terbanyak, dok istimewa (4/11).


Ciamis - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengalami kenaikan selama dua bulan terakhir. Warga diminta waspada dengan menerapkan Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS).


Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, sejak Januari hingga 1 November 2021 tercatat ada 203 penderita DBD. Bahkan seorang di antaranya meninggal.


Dari data tersebut, penambahan kasus yang signifikan terjadi pada September dan Oktober. Di bulan Agustus hanya ada penambahan 14 kasus, tapi di September ditemukan 39 kasus atau terjadi kenaikan lebih dari dua kali lipat. Kemudian pada Oktober ada 50 kasus.



Ada 6 wilayah puskesmas dengan kasus DBD terbanyak. Wilayah tersebut didominasi daerah perkotaan. Yakni Ciamis 48 kasus, Imbanagara 33 kasus, Cikoneng 18 kasus, Handapherang 13 kasus, Baregbeg 12 kasus dan Sindangkasih 10 kasus. Pasien yang terkena DBD paling banyak dialami oleh usia 15 sampai 44 tahun mencapai 92 orang.


Kabid Kesmas Dinkes Ciamis Eni Rochaeni membenarkan dalam dua bulan terakhir ini terjadi kenaikan kasus DBD. Dia meminta masyarakat waspada dan ikut melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).


"Fogging bukan satu-satunya cara memberantas sarang nyamuk dalam penanggulangan DBD. Penanggulangan DBD ini dengan pendekatan keluarga yaitu Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J)," ujar Eni, Kamis (4/11/2021).


Eni menjelaskan kegiatan PSN bisa dilakukan masyarakat dengan kembali menggalakkan gerakan 'Jumat Bersih'. Hal itu dapat dilakukan di semua area, baik rumah yang bersifat pribadi hingga ruang-ruang publik lainnya.


"Sedangkan G1R1J mendorong agar setiap rumah memiliki satu orang anggota rumah yang melakukan pemantauan jentik nyamuk dan pemberantasan sarang nyamuk. Kepala keluarga sebagai penanggung jawab untuk kemudian menyampaikan laporannya," tutur Eni. (rs/ana)