Kapan Pandemi Covid-19 berakhir? di Indonesia terus menurun -->

Breaking news

News
Loading...

Kapan Pandemi Covid-19 berakhir? di Indonesia terus menurun

By: Tim BNNews
Sunday, 26 September 2021

Dok. Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (ist)


PPKM masih akan terus ada sampai obat Covid-19 ada, (26/9).


Jakarta- Perkembangan pandemi Covid-19 di Indonesia terus menunjukkan perbaikan. Kombinasi antara vaksinasi yang agresif serta penerapan PPKM yang dibagi berdasarkan level tertentu mulai menunjukkan hasil.


Tercatat jumlah kasus kumulatif Covid-19 di dalam negeri sudah mencapai lebih dari 4 juta. Namun tren kasus infeksi harian sudah turun drastis.


Memasuki minggu ketiga bulan September, kasus harian tercatat turun di bawah 5.000 kasus per hari. Tingkat kasus positif juga turun ke bawah 5% bahkan per 23 September 2021, tingkat kasus positif di Indonesia berada di 1,8% dan menjadi yang terendah kedua di Asia Tenggara.


Tingkat okupansi kamar tidur rumah sakit juga menurun di bawah 30% sejak bulan September. Semua indikator menunjukkan adanya perbaikan.


Di saat yang sama jumlah orang yang sudah divaksinasi mencapai lebih dari 85 juta individu atau setara dengan 31,4% dari total populasi. Tapi, jika hanya melihat orang yang sudah disuntik 2x vaksin jumlahnya lebih sedikit yaitu 47,8 juta orang atau baru 17,7% dari total populasi.


Meskipun vaksinasi terus digeber, tantangan bagi pemerintah adalah untuk mencapai target herd immunity yang berarti butuh 60-70% populasi untuk disuntik vaksin. Di sisi lain kebijakan PPKM darurat yang diterapkan di bulan Juli, kemudian berlanjut menjadi PPKM leveling di Jawa Bali mulai menunjukkan hasil.


Terakhir disebutkan angka reproduksi efektif virus corona atau yang biasa lebih dikenal dengan Rt sudah di bawah 1 tepatnya 0,98. Artinya setiap 1 pasien Covid-19 akan menularkan virus tersebut ke 0,98 orang baru.


Bila ini dapat dipertahankan, jumlah penambahan pasien Covid-19 akan terus turun. 


Lalu apakah Covid-19 akan segera selesai?


Meski demikian, ketika ditanya kapan PPKM akan selesai, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan PPKM masih akan terus ada sampai obat Covid-19 ada. Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa masyarakat masih diminta untuk menjaga prokes secara disiplin dan mengikuti aturan vaksinasi pemerintah.


Bagaimanapun juga risiko Covid-19 masih ada. Tak menutup kemungkinan bahwa ancaman gelombang ketiga memang nyata. Apalagi virus ini bermutasi dengan cepat.


Saat awal-awal pandemi Covid-19, varian Alfa menjadi yang paling dominan. Sampai saat ini varian ini ditemukan di lebih dari 190 negara.


Setelah itu muncul varian Delta dari India yang merebak ke lebih dari 170 negara termasuk Indonesia. Di Indonesia sendiri varian Delta sering diasosiasikan dengan pemicu terjadinya gelombang kedua Covid-19.


Setelah Alfa dan Delta, saat ini WHO tengah mencermati adanya varian baru yaitu varian Mu. Varian ini pertama kali ditemukan di Colombia awal 2021.


Menurut WHO, varian Mu memiliki mutasi yang menyebabkannya bisa lolos dari vaksinasi Covid-19. Organisasi kesehatan dunia itupun mengungkapkan bahwa masih perlu ada studi komprehensif untuk lebih memahami dampak adanya varian tersebut.


Kecepatan virus bermutasi memang menjadi risiko besar bagi berbagai negara. Hal ini menunjukkan bahwa setiap negara tak boleh terlena dan lengah. Dari dalam negeri pihak DPR sendiri juga meminta pemerintah untuk menyiapkan skenario terburuk jika memang ada gelombang ketiga.


Selain menggenjot vaksinasi serta melakukan pengawasan dengan cepat dan menggalakkan protokol kesehatan, worst case scenario-nya sebenarnya adalah jika Covid-19 tak akan pernah musnah dari muka bumi alias menjadi endemi. Sehingga seluruh elemen masyarakat harus bersiap dengan kemungkinan terburuk tersebut sebagaimana yang sudah dikemukakan oleh banyak ilmuwan. (rd/ana)