Waduh, Ada yang serukan Presiden Jokowi ditangkap? -->

Breaking news

News
Loading...

Waduh, Ada yang serukan Presiden Jokowi ditangkap?

By: Tim BNNews
Thursday, 12 August 2021

Dok. istimewa


"Jokowi harus ditangkap karena sudah sangat fatal melakukan kesalahan besar dan berbahaya karena aksi arogan itu terencana dengan matang".


Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal PA 212, Novel Bakmumin, menyerukan untuk tangkap Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal tersebut terkait aksi bagi-bagi sembako di Terminal Grogol, yang memicu kerumunan.


"Jokowi harus ditangkap karena sudah sangat fatal melakukan kesalahan besar dan berbahaya karena aksi arogan itu terencana dengan matang," kata Novel saat dihubungi, Kamis (12/8/2021). 


Meurut dia, polisi harus berani menindak presiden lantaran diduga melakukan pelanggaran.


Bahkan, ia meminta aparat untuk memperlakukan Jokowi seperti tokoh eks ormas FPI, yang mendapat hukuman penjara selama 8 bulan.


"Karena melakukan kerumunan dan sudah jelas ada yuris prudensinya yaitu sanksi hukum 8 bulan penjara yang mana IB HRS telah menjadi korbannya," ungkapnya.


Selain itu, ia juga meminta tidak perlu lagi ada diskriminasi hukum. Menurutnya, bangsa ini akan gaduh bila ketidakadilan terus dipertontonkan.


"Kalau Jokowi tidak diproses hukum maka IB HRS harus dibebaskan karena semua kasus kerumunan yang telah terjadi tidak ada yang dijerat hukum," tandasnya.


Sebelumnya, Jokowi menyambangi Terminal Grogol, Jakarta Barat pada Selasa (10/8/2021). Kedatangan Jokowi, untuk membagikan sembako kepada warga. Namun karena tingginya antusias warga yang tidak sabaran mengantre hingga menyebabkan terjadinya kerumunan, bahkan terjadi dorong-dorongan.


Pantauan Suara.com di lokasi Jokowi tiba sekitar pukul 16.12 WIB. Namun saat tiba, Jokowi tidak turun dari mobil yang ditumpanginya. Masyarakat pun hanya bisa melihat dari jauh sambil meneriaki memanggil-manggil namanya.


Dari dalam mobil Jokowi melambaikan tangan kepada para warga yang berkumpul. Sekitar 5 menit kemudian Jokowi langsung meninggalkan lokasi.

 

Saat Jokowi tiba, pembagian sembako sebenarnya berjalan kondusif.


Mereka mengantre dengan menjaga jarak. Namun setelah mantan Gubernur DKI Jakarta itu meninggalkan lokasi, situasi tidak kondusif.


Terlihat mereka terlibat saling dorong, sampai ada beberapa warga yang terlihat terjepit di antara kerumunan massa. Alhasil protokol kesehatan jaga jarak pun terabaikan.


Petugas yang terdiri dari TNI, Polri, dan Paspampres berusaha untuk menertibkan warga. Mereka sesekali berteriak untuk menenangkan. Namun tidak berhasil. Karena situasi tidak kondusif, tim yang bertugas menghentikan pembagian sembako. Warga pun terlihat kecewa. (rs/we)