Perhatikan Janda dan anak yatim akibat suami meninggal terpapar COVID-19 -->

Breaking news

News
Loading...

Perhatikan Janda dan anak yatim akibat suami meninggal terpapar COVID-19

By: Tim BNNews
Sunday, 25 July 2021

Dok. ilustrasi (Santunan anak yatim-piatu)


Tidak sedikit yang terdampak Covid 19, termasuk perempuan yang menjanda dan menjadi anak yatim.


Jakarta - Kematian akibat terinfeksi Covid-19 semakin meningkat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Akibatnya, nasib keluarga yang ditinggalkan terutama istri dan anak-anak terancam.


Berdasarkan data dari Satgas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Cianjur, saat ini warga yang terpapar sebanyak 7.998 orang pasien dinyatakan sembuh.


Sisanya sebanyak 1.673 orang masih menjalani isolasi, 256 orang meninggal dunia, dan sebanyak 202 orang pasien beralamat di luar Cianjur.


Pusat Pelayanan Terpadu Pembderdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cianjur menyoroti banyaknya istri dan anak yang ditinggal suaminya akibat terpapar Covid-19.


“Tidak sedikit yang terdampak Covid 19, termasuk perempuan yang menjanda dan menjadi anak yatim,” terang Ketua Harian P2TP2A Cianjur, Lidya Indayani seperti yang dilansir dari Ayobandung.


Anak-anak yang kehilangan orang tuanya baik karena Covid-19 atau penyebab lainnya harus mendapatkan perlindungan dari semua pihak, termasuk pemerintah.


“Harus ada tindakan dari semua pihak, termasuk pemerintah terhadap perempuan dan anak pasca ditinggalkan suami atau orangtuanya,” terangnya.


Tertuang dalam Undang-Undang Perlindungan Anak, kewajiban pertama ada di tangan keluarga inti atau orang tua kandung. Jika tidak ada, maka keluarga dari orang tua yang wajib memberikan hak anak.


“Kalau terdampar akibat meninggal Covid 19, lalu keluarganya kesulitan karena kesulitan ekonomi, maka itu menjadi tanggungjawab masyarakat dan pemerintah,” katanya.


Dikatakan Linda, seorang anak mempunyai hak dilindungi dan diberikan pendidikan agar kelak menjadi anak yang berguna.


“Seorang anak yang ditinggal orangtua karena Covid 19 harus dilindungi, pemerintah harus ada karena dalam pandemi ini anak harus tetap belajar di rumah tapi bagaimana tetap kita menciptakan suasana damai agar anak bisa terpantau,” tandasnya. (*)