Kembali Harimau Sumatera mangsa manusia -->

Breaking news

News
Loading...

Kembali Harimau Sumatera mangsa manusia

By: Tim BNNews
Sunday, 4 July 2021

Dok. ilustrasi (ist)


Warga dihimbau menjauhi lokasi itu. Biasanya harimau yang sudah memangsa mangsanya akan kembali ke lokasi tersebut,


Padang - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Limapuluh Kota, Sumatera Barat meminta warga menjauhi lokasi kejadian harimau memangsa manusia di Muaro Paiti, Limapuluh Kota, Sumatera Barat.


Lokasi tersebut diduga menjadi habitat harimau sumatera karena sebelumnya juga pernah terjadi konflik antara harimau dengan manusia.


"Kita imbau warga menjauhi lokasi itu. Biasanya harimau yang sudah memangsa mangsanya akan kembali ke lokasi tersebut," kata Kepala BKSDA Limapuluh Kota, Martias yang dihubungi Kompas.com, Minggu (4/7/2021).


Martias mengatakan pihaknya saat ini sedang merencanakan pemasangan kamera pengintai dan melakukan pengusiran agar harimau tersebut masuk lebih jauh ke hutan lindung.


"Jaraknya lokasi kejadian ke pemukiman warga sekitar 2 kilometer. Sebenarnya itu hutan lindung, tapi karena warga kadang-kadang mencari ikan di sungai itu makanya terjadi konflik," kata Martias.


Sebelumnya diberitakan, seorang warga Kecamatan Kapur XI, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, MA (53) tewas diduga dimangsa harimau saat mencari ikan di Sungai Muaro Paiti.


Di tubuh korban ditemukan luka bekas cakaran binatang buas yang diduga harimau.


"Iya betul, kami kemarin turun ke lapangan setelah mendapat laporan. Diduga warga itu memang diserang harimau," kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Limapuluh Kota, Martias yang dihubungi Kompas.com, Sabtu (3/7/2021).


Martias menyebutkan pihaknya menerima laporan adanya warga yang diserang harimau pada Kamis (1/7/2021).


Kemudian esoknya, Jumat (2/7/2021) pihaknya turun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan.


Hanya saja, menurut Martias, pihaknya tidak bisa melihat langsung korban yang meninggal dunia karena sudah dimakamkan.


"Tapi berdasarkan keterangan warga dan foto yang ada memang ciri-cirinya seperti dimangsa harimau," jelas Martias.


Martias menyebutkan berdasarkan keterangan warga, MA mencari ikan di sungai Muaro Paiti pada Rabu (30/6/2021) pagi.


Namun hingga malam belum pulang sehingga keluarga mencari dan menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia di tepi sungai dengan luka cakaran binatang buas pada Rabu (30/6/2021) sekitar pukul 23.00 WIB. Kemudian korban dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas lalu pada Kamis (1/7) dimakamkan oleh keluarga. (sd/km)