Kasus dugaan penyalahgunaan dana hibah 2019 APBD Jabar sebesar 1,7 M Kejari tetapkan eks ketua Kadin -->

Breaking news

News
Loading...

adsense

Kasus dugaan penyalahgunaan dana hibah 2019 APBD Jabar sebesar 1,7 M Kejari tetapkan eks ketua Kadin

By: Tim BNNews
Thursday, 22 July 2021

Dok. ilustrasi Barang Bukti (ist)


Kejari: "Kasusnya ini penyalahgunaan bantuan hibah Kadin Jabar dengan anggaran Rp 1,7 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Jabar tahun 2019,"


Bandung - Pengurus sekaligus eks Ketua Kadin Jabar Tatan Pria Sudjana ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus korupsi dana hibah. 


Lalu seperti apa duduk perkara kasus itu?


"Kasusnya ini penyalahgunaan bantuan hibah Kadin Jabar dengan anggaran Rp 1,7 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Jabar tahun 2019," ucap Kasi Pidsus Kejari Bandung Taufik Effendi di Kantor Kejari Bandung, Jalan Jakarta, Kota Bandung, Kamis (22/7/2021).


Taufik tak menjelaskan lagi secara rinci berkaitan kasus itu. Termasuk kerugian negara akibat kasus tersebut. Menurutnya, hal itu masih dalam tahap penyidikan.


"Karena menyangkut substansi nanti dulu biar fokus melakukan penyidikan," kata dia.


detikcom sudah mengkonfirmasi soal kasus ini ke Tatan. Namun, dihubungi lewat pesan WhatsApp, Tatan belum merespons hingga pukul 11.45 WIB.


Akan tetapi sebelumnya, pelapor kasus itu, Dony Mulyana Kurnia menjelaskan latarbelakang kasus itu terjadi.


Kasus itu bermula dari laporan Dony Mulyana Kurnia, mantan Wakil Ketua Kadin Jabar. Dony menuturkan pada akhir 2019, Kadin Jabar mendapatkan dana hibah senilai Rp 1,7 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.


"Saya bertanggung jawab etika dan moral menjalankan amanah pengurus Kadin. Ketika ada dana hibah sesuai dengan aturan. Ketika saya melihat tidak sesuai aturan, saya melaporkan ke kejaksaan," ucap Dony saat ditemui di Jalan Supratman, Kota Bandung, Sabtu (19/6/2021).


Dony mengatakan dana hibah Rp 1,7 miliar tersebut sesuai nota perjanjian hibah daerah (NPHD) digunakan untuk pengembangan UKM dan IKM di Jawa Barat. Akan tetapi, Dony menduga saat itu Kadin yang diketuai Tatan Pria Sudjana diduga tak menjalankan dana hibah itu tak sesuai aturan.


"Sebagai satu dugaan indikasi, UKM dan IKM mana yang diuntungkan. Ini ada dana hibah Rp 1,7 m harus ada yang menyatakan diberi fasilitas misal roasting-nya (untuk kopi)," kata dia.


Seperti diketahui, Penyidik Kejaksana Negeri (Kejari) Bandung tengah mengusut dugaan korupsi dana hibah senilai Rp 1,7 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat ke Kadin Jabar. Beberapa pengurus Kadin Jabar ikut diperiksa.


Kejari pun sudah menetapkan tersangka atas kasus itu. Tatan ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut.


Penetapan tersangka ini berdasarkan surat penetapan tersangka dengan nomor 3263/M.210/Fd./07/2021. Surat dikeluarkan pada 15 Juli 2021. (ine/*)