Ribut pendekatan: Warga desa Maruyungsari, Pangandaran hilir mudik ke Cilacap Jawa Tengah -->

Breaking news

News
Loading...

Ribut pendekatan: Warga desa Maruyungsari, Pangandaran hilir mudik ke Cilacap Jawa Tengah

By: Tim BNNews INVESTIGASI
Monday, 3 May 2021


Doc. Istimewa


Jadwal penyeberangan menggunakan perahu rakit dimulai sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB sore.


Pangandaran - Warga Desa Maruyungsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat bisa hilir mudik ke Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah dengan bebas tanpa takut penyekatan.


Para warga menggunakan jasa perahu rakit, menyeberangi sungai yang menghubungkan Kabupaten Pangandaran dengan Cilacap.


Seperti dikutip dari Tribun Jabar, banyak warga hilir-mudik menyeberang untuk melakukan aktivitas sehari-harinya dengan menggunakan jasa perahu rakit.


Jadwal penyeberangan menggunakan perahu rakit dimulai sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB sore.


Perahu rakit ini hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit untuk sampai di seberang, dilansir Kompascom. Namun jika sedang banyak penumpang, waktunya jadi molor karena jumlah perahu rakit penyeberangan ini hanya ada dua unit.


Jasa rakit sekali angkut Rp 3.000, PP Rp 5.000

Selain digunakan aktivitas warga setiap hari, perahu rakit ini juga biasa digunakan untuk mudik Lebaran bagi beberapa warga yang sedang bekerja atau menuntut ilmu di Jawa Tengah maupun di Pangandaran, Jawa Barat.


Karena, jalur penyeberangan ini merupakan akses jalan alternatif untuk kendaraan motor roda dua.


Khususnya, bagi warga di wilayah Kecamatan Padaherang.


Seorang pengemudi perahu rakit, Suryono (60), mengaku setiap hari hilir-mudik mengantarkan warga dari dua provinsi yang akan beraktivitas.


Mereka biasanya membeli sayuran, bekerja atau belanja lainnya di Jawa Tengah maupun di Jawa barat.


Untuk ongkos jasa untuk pulang-pergi (PP) hanya seharga Rp 5.000. Tapi kalau sekali jalan, hanya membayar Rp 3.000.

 

Bisa silaturahmi ke rumah saudara beda provinsi, aman tanpa penyekatan. 


"Kalau sekarang, kebanyakan warga yang biasa hilir-mudik melakukan aktivitasnya," kata Suryono, di sela-sela mengemudi perahu rakitnya, Minggu (2/5/2021), seperti dikutip dari Tribun Jabar.


"Nanti, kalau mendekati Lebaran Idul Fitri, di sini ramai antre seperti di pasar, apalagi dua hari sebelum Lebaran," lanjutnya.


Seorang warga Maruyungsari, Umi Sumiati (17), mengatakan, ia dan keluarganya sudah biasa menggunakan jasa perahu rakit untuk menyeberang ke Jawa tengah.

"Saya sudah biasa, ini juga bersama orangtua mau pergi silaturahmi ke saudara yang berada di Jawa Tengah."


"Nanti, pulangnya juga jalan sini lagi. Karena, kalau lewat Kalan Kalipucang dan Rawa Apu, jaraknya terlalu jauh. Dan takut ada razia juga, nanti dikira mudik," kata Umi. (*)