Menjadi Korban Pemerasan, Tomi Minta Aparat Usut Tuntas Pelakunya -->

Breaking news

News
Loading...

Menjadi Korban Pemerasan, Tomi Minta Aparat Usut Tuntas Pelakunya

By: Tim BNNews
Friday, 27 November 2020



Tangerang Selatan - Menanggapi berita yang beredar, Tomi Patria merasa keberatan dan dirugikan, Pasalnya saat ini baru memasuki persidangan dan belum ada keputusan bagi para pelaku.


" Meskipun pelaku pemerasan sudah di tangkap, saya adalah korban sindikat pemerasan dengan modus video call," beber Tomi Patria kepada awak media, Jumat (27/11/2020).

Tanpa di sadari dirinya menjadi korban sindikat pemerasan bahkan ancaman melalui telepon seluler pelaku.

"  Karena saya korban, dan  merasa perlu melaporkan kepada pihak berwajib," kata Tomi Patria yang juga ketua organisasi masyarakat Forkabi.

Pria yang juga ketua IPSSI Tangsel ini, mengakui kasus yang dihadapi menjadi pelajaran berharga untuk lebih berhati-hati dan bijak dalam menggunakan media sosial.

" Benar kasus tersebut terjadi saat sedang proses sebagai calon walikota Tangerang Selatan, " Karena saat itu saya concern memerlukan pertemanan di media sosial namun naasnya saya tidak sadar adanya tindakan pelaku yang sengaja melakukan kejahatan melalui akun pribadi saya," ungkap Tomi.

Dirinya pun tidak menyadari sama sekali tatkala para pelaku menelpon bahkan meminta sejumlah uang dengan dalil ancaman penyebaran video.

Kata Tomi, Penyidik membeberkan terdapat lebih dari 1 korban indikasinya jelas ini adalah kejahatan yang terorganisir. " Saya harapkan pihak penegak hukum dapat mengusut tuntas kegiatan cyber yang telah banyak memakan korban," imbuhnya.

Sebelumnya kasus pemerasan dengan modus video call sudah memasuki masa persidangan perdana untuk mendengarkan para saksi. Dan dirinya juga berencana untuk mengklarifikasi pemberitaan dengan menggunakan hak jawab atas beredarnya berita yang tidak sesuai fakta.

" Saya akan menggunakan hak jawab atas pemberitaan yang beredar karena berita tersebut tidak sesuai fakta yang saya alami," terang Tomi Patria 

Menurutnya, berita yang sempat beredar tidak sesuai, Ia pun jujur merasa di dzolimi atas kasus yang dialami.