Dampak Gempa, 19 unit rumah warga selesai dibersihkan di Mamuju -->

BABE

Dampak Gempa, 19 unit rumah warga selesai dibersihkan di Mamuju

By: M Abdul Rosyid
Tuesday, 26 January 2021


Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB memonitor peralatan berat sedang membersihkan reruntuhan bangunan rumah warga pada hari ini (26/1). 


Mamuju - Gempa bumi M6,2 mengakibatkan dampak kerusakan bangunan rumah dan fasilitas publik di Kabupaten Mamuju dan Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Perkembangan terkini, Selasa (26/1), pukul 08.00 WIB mencatat 19 unit rumah warga selesai dibersihkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang  (PUPR) dengan alat berat.  


Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB memonitor peralatan berat sedang membersihkan reruntuhan bangunan rumah warga pada hari ini (26/1). Sebanyak 3 unit rumah sedang dikerjakan oleh Dinas PUPR dan 2 lainnya menunggu giliran. Sedangkan 2 rumah belum dapat dilakukan pembersihan karena akses jalan sempit untuk dilalui alat berat. 


Di samping untuk pembersihan puing-puing, alat berat disiagakan di jalur Majene – Mamuju. Penempatan peralatan berat ini bertujuan untuk mengantisipasi longsor yang mungkin dipicu oleh gempa susulan atau pun curah hujan tinggi.  


Data kerusakan rumah warga masih dalam proses pendataan dan verifikasi oleh pemerintah daerah setempat. Data sementara rumah rusak di Kabupaten Majene berjumlah 1.150 unit dengan tingkat kerusakan yang berbeda. 


Sedangkan kerusakan bangunan lain di Kabupaten Mamuju teridentifikasi, fasilitas Kesehatan 8, perkantoran 2, mini market 2, hotel, Pelabuhan, tempat ibadah, dan fasilitas Pendidikan masing-masing 1 dan jembatan 2. 


Di wilayah Kabupaten Majene, kerusakan sementara teridentifikasi antara lain fasilitas Pendidikan 17 unit, tempa ibadah 8, perkantoran 6, fasilitas Kesehatan 2, fasilitas militer 1 dan mini market 1. 


Sementara itu, penanganan medis para korban luka-luka masih terus dilakukan oleh personel militer. Rumah Sakit Lapangan Yonkes Kostrda beroperasi 24 jam untuk memberikan pelayanan medis. Data penanganan korban sebagai berikut, terkait dengan penyakit dalam 57 orang, anak-anak 8, bedah umum 6, orthopedi 4, mata 3 dan THT 3.


Menyikapi pelayanan medis warga, BNPB mendukung pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh personel TNI dan memastikan pelayanan pasien Covid-19 dan pasien umum berjalan dengan baik.  


Berikut ini data korban jiwa akibat gempa M6.2 yang terjadi pada Jumat (15/1) lalu. Total korban meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan Majene sebanyak 105 jiwa, korban hilang 3, selamat 19, luka-luka 6.489 (kategori ringan hingga berat) dan mengungsi 92.075. 


Di samping itu, warga yang berasal dari Kabupaten Mamuju dan Majene mengungsi ke Kabupaten Polewali Mandar berjumlah 5.433 orang. Mereka tersebar di 110 titik pengungsian. (*)