Polisi dalami pelaku pembunuhan PSK di Margamulya -->

Menu Atas

Advertisement

Loading...

Polisi dalami pelaku pembunuhan PSK di Margamulya

By: M Abdul Rosyid
Friday, 30 October 2020

Ilustrasi.


Polres Metro Bekasi Kota masih terus melakukan penyelidikan dan mendalami kasus pembunuhan PSK di kos Haji Jamal tersebut.


Kota Bekasi- Warga Gang Rahayu, Margamulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, dihebohkan dengan adanya informasi pembunuhan wanita pekerja seks komersial (PSK). Peristiwa tersebut terjadi di kos Haji Jamal dan terungkap pada Minggu (25/10/2020) lalu.

Saat ini, Polres Metro Bekasi Kota masih terus melakukan penyelidikan dan mendalami kasus pembunuhan PSK di kos Haji Jamal tersebut.


Polres Metro Bekasi juga sudah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan kepada saksi untuk mengungkap kasus tersebut.

Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, proses pemeriksaan saksi-saksi sudah dilakukan sejak kasus ini terungkap pada, Minggu, (25/10/2020) lalu.

"Sudah ada tiga saksi yang kita mintai keterangan, dua orang wanita dan satu orang laki-laki, mereka saksi di lokasi kejadian," kata Alfian.

Namun dari proses pemeriksaan ini, pihak kepolisian justru menyimpulkan masih ada motif lain atau bahkan motif utama pelaku tega melakukan pembunuhan.

Jika sebelumnya motif tersangka diduga ingin menguasai harta benda milik korban, keterangan itu sedikit diragukan lantaran dompet berisi uang yang jadi incaran tidak diambil pelaku.

"Sementara mereka kan baru kenal dan dia ada maksud untuk memiliki (harta) tapi uangnya tidak diambil. Ini perlu pendalaman," ungkap Alfian.

Kemudian terkait dengan praktik prostitusi, pelaku dipastikan sudah melakukan hubungan badan dengan korban. Artinya,apa yang menjadi keinginan pelaku sudah terpenuhi tetapi dia tetap melakukan perbuatan keji dengan membunuh korban.

"Menurut saya ini ada indikasi kalau enggak amarah, dendam, kecewa, kan gitu, enggak mungkin orang enggak marah terus tiba-tiba ngebunuh kan, ini kami dalami," jelasnya.

Kejanggalan ini tentunya perlu pendalaman lebih lanjut, penetapan motif tersangka sangat erat kaitannya dengan tindak pidana yang dia lakukan.

"Itu kejanggalan masih kami dalami yang bersangkutan memang baru kenal dengan korban," tuturnya.

"Tapi kok kenapa dia sudah berhubungan badan, nafsunya kan sudah tersalurkan, tapi kok mengapa melakukan tindakan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, SS ditemukan tewas bersimbah darah di salah satu kamar Indekos Haji Jamal, Minggu, (25/10/2020) malam. Ia dibunuh oleh pria hidung belang bernama Bayu Bani Adal usai berhubungan intim di kamar kost tersebut.

Keduanya diketahui kenal melalui aplikasi MiChat, setelah sepakat BO (Booking Online) dengan harga Rp450 ribu sekali main.

Korban dibunuh dengan cara ditusuk menggunakan pisau pada bagian leher dan perut sebelah kiri usai berhubungan badan.

Jasad korban baru diketahui sekira pukul 21.00 WIB, polisi langsung melakukan penyelidikan dengan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Bawa Pisau Sendiri Hingga Sekap Mulut Korban
Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, pihaknya sejauh ini masih mencari bukti-bukti baik keterangan saksi dan pelaku.

Keterangan paling baru,pelaku rupanya telah menyiapkan pisau yang dibawa sendiri untuk membunuh korban.

Selain itu, dalam melakukkan aksinya, pelaku sempat menyekap mulut korban menggunakan plastik agar terikannya tak terdengar.

"Kami temukan ternyata dia saat membunuh itu membungkam mulut korban pakai plastik," kata Alfian, Rabu, (28/10/2020).

"Dibungkam baru ditusuk, ini kan dia sudah tahu triknya, kalau korban teriak kan nanti didengar tetangga kost," ucapnya.

Temuan ini lanjut Alfian tentu memunculkan dugaan, pelaku memiliki niat untuk melakukan pembunuhan.

Sehingga,pihaknya tentu harus mendalami dugaan unsur tindak pidana pembunuhan berencana yang dilakukan pelaku.

Ditambah lagi, dugaan awal motif pelaku tega melakukan pembunuhan lantaran ingin menguasai harta berupa uang korban rupanya belum dapat dipastikan.

Sebab, pelaku usai membunuh korban justru tidak mengambil uang atau barang berharga apapun milik korban.

"Kan pelaku bawa pisau, ini memang direncanakan apa seketika, kalau pun mau menguasai harta, tapi enggak diambil uangnya tidak masuk dalam pasal pembunuhan dalam kekerasan," kata Alfian.

"Artinya pembunuhan murni, tapi ini pembunuhan biasa atau berencana, ini butuh pendalaman," tegas dia.

Ada Indikasi Psikopat dari Kepribadian Pelaku
Bayu Bani Adal, pelaku pembunuhan wanita pekerja seks komersial (PSK) di Kost Haji Jamal, Gang Rahayu dekat Stasiun Bekasi, kemungkinan memiliki kepribadian psikopat.

Hal ini berdasarkan hasil pemeriksaan polisi yang belum dapat memastikan secara pasti motif pelaku melakukan perbuatannya.

Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, selama diperiksa pelaku tetap menjawab pertanyaan penyidik laiknya orang normal.

"Bisa jadi (psikopat), karena kelainan jiwa itu bisa borderline, impulsif, bipolar. Tapi kita tidak perlu tahu ini, enggak perlu. Dia diajak bicara normal kok," kata Alfian.

Alfian menelisik, ada kenaikan amarah yang begitu cepat dialami pelaku sehingga melakukan pembunuhan.

Padahal, jika dilihat dari keinginan pelaku menemui korban untuk melakukan hubungan badan sudah terpenuhi.

Serta tidak ditemukan barang atau harta benda berharga milik korban yang diambil, meski dugaan awal motif pembunuhan ditengarai keinginan memgambil harta benda.

"Kami mengamatinya ini sifat ada sesuatu hal yang mendorong untuk melakukan hubungan badan, dalam arti tenang," ucap Alfian.

"Tapi tiba-tiba langsung meningkat pressure (tekanan) dan amarahnya dia, ini yang kami belun tahu, kenapa kok tiba-tiba begitu," tambahnya.

Pelaku sampai saat ini belum mau mengakui motif perbuatannya secara pasti, namun pihak kepolisian tetap akan memastikan berdasarkan fakta dan bukti-bukti.

"Kami sudah dalami korban sama pelaku baru kenal saat bertemu di kost, cuma maksud saya dia memiliki kelainan jiwanya itu, kok udah abis berhubungan tiba-tiba ingin menghilangkan nyawa orang," tuturnya.

"Menurut saya ini ada indikasi kalau enggak amarah, dendam, kecewa, kan gitu, enggak mungkin orang enggak marah terus tiba-tiba ngebunuh kan, ini masih kami dalami," tegas dia.