Hoax! Seorang Katekis Katholik di Tembak -->

Menu Atas

Advertisement

Loading...

Hoax! Seorang Katekis Katholik di Tembak

By: M Abdul Rosyid
Tuesday, 27 October 2020



Beredarnya Berita Terkait Penembakan Terhadap Seorang Katekis Katholik Di Kampung Jalae, Kabupaten Intan Jaya Itu Hoax.


Papua- Terkait beredarnya berita tentang penembakan seorang Katekis Katholik dan seorang anak di bawah umur mengalami kritis di Kampung jalae, Kabupaten Intan Jaya itu tidak benar atau hoax. Senin (26/10/2020).


Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH mengatakan kejadian sebenarnya adalah adanya Kontak tembak antara Tim gabungan TNI –Polri dengan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) pimpinan Sabinus Waker. Atas kejadian tersebut 1 orang dari KKSB meninggal dunia an. Rubinus Tigau dan 1 anggota KKSB an. Hermanus Tipagau berhasil diamankan anggota gabungan dalam keadaan hidup.


“Tim melakukan tindakan tegas terukur terhadap pelaku karena melakukan perlawanan dengan jumlah anggota sebanyak 50 orang. Satu orang Kelompok KKSB yang meninggal Dunia dan satu orang yang diamankan tersebut, terlibat dalam penembakan tim TGPF. Penembakan dipimpin oleh Benny Mamoto pada tanggal 9 Oktober 2020 lalu. Sehingga Bambang Purwoko (anggota TGPF) dan dua anggota TNI-AD terluka,” uajr Kabid Humas.


Kabis Humas Menjelaskan dari hasil penyidikan tim membawa petunjuk lokasi persembunyian 50 orang KKB kelompok Sabinus Waker. Tepat setelah penindakan, beredar narasi penembakan terhadap remaja katekisan. Diksi katekisan digunakan oleh KKSB untuk menggiring opini berbasis agama. Padahal setelah dikonfirmasi pihak keluarga korban penembakan, remaja tersebut telah dengan sukarela bergabung dengan KKSB. Pada penyerangan tersebut, remaja dipersenjatai mirip seperti strategi perang di Sudan.


“Di mana kelompok pemberontak akan mengkader anak di bawah umur dan dipersenjatai untuk dibodohi menjadi tameng hidup saat terjadi penindakan. Saat ini korban sedang dirawat dan diusahakan yang terbaik untuk kesembuhannya sehingga dapat diambil kesaksian utuh atas kekejian kelompok KKSB Sabinus Waker,” ucap Kabid Humas.


Kabid Humas menambahkan untuk anak kecil an. Meinus (6) yang terkena rekoset telah dievakuasi dan telah tiba di Kabupaten Mimika pada pukul 11.24 Wit dengan menggunakan Heli Polri Bell-412/P-3003 didampingi 2 orang keluarga dan 2 personel tim kesehatan TNI/Polri dipimpin Ipda dr. Amir.Saat ini saudara Meinus (6) telah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Mimika.


Dihimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah percaya dengan berita – berita yang belum jelas sumbernya, mari kita bijak dalam bermedia sosial dan mari kita bersama-sama menjaga Kamtibmas di Tanah Papua ini agar tetap aman dan kondusif.