BMKG Wilayah Tangerang minta masyarakat waspada -->

Menu Atas

Advertisement

Loading...

BMKG Wilayah Tangerang minta masyarakat waspada

By: M Abdul Rosyid
Wednesday, 21 October 2020

Doc. Ilustrasi 

Fenomena La Nina di Samudera Pasifik dapat berdampak pada anomali cuaca yang berujung pada bencana hidrometeorologi di Indonesia termasuk Tangerang.⁣


Tangerang- Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) wilayah Tangerang meminta masyarakat agar waspada. Sebab mulai Oktober hingga Februari 2021 sudah memasuki musim penghujan. Adapun intensitas hujan diprediksi mulai sedang hingga tinggi.⁣

Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun BMKG Tangerang Urip Setiyono mengatakan, fenomena La Nina di Samudera Pasifik dapat berdampak pada anomali cuaca yang berujung pada bencana hidrometeorologi di Indonesia termasuk Tangerang.⁣

Ia memaparkan, dampak La Nina bisa menyebabkan peningkatan frekuensi curah hujan. Anomali cuaca diperkirakan mulai mereda pada Januari hingga Februari 2021. Pada periode tersebut diperkirakan puncak musim penghujan.⁣

“Badai La Nina memang berpengaruh. Khususnya di Banten itu berpengaruh. Untuk badai dan petir kita akan berikan peringatan dini. Peringatan ini kita sebar ke berbagai media sosial dan grup WhatsApp yang kita miliki dimana tergabung berbagai elemen warga termasuk wartawan,” ujarnya, Selasa, 20 Oktober 2020.⁣

Ia memaparkan, cuaca dalam sepekan ke depan pada pagi hari berawan. Ia memaparkan, pada Selasa (20/10) hujan ringan terjadi di Kecamatan Muncang, Cibeber, Lebak Gedong, Ciputat, Serpong dan Curug. Untuk siang harinya, hujan dengan intesnitas sedang terjadi di Kecamatan Muncang, Lebak Gedong, Cibeber, Serpong, Ciputat, Curug, dan Tigaraksa.⁣

“Suhu udara rata-rata mulai 22 hingga 33 derajat celcius. Dimana kelembaban udara berkisar 60 hingga 95 persen. Arah angin bertiup dari arah Utara hingga Barat Daya dengan kecepatan 5 sampai 30 kilometer per jam,” katanya.⁣

Sutiyono mengungkapkan, warga diminta waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang. Terutama di Kabupaten Lebak bagian tengah dan selatan.⁣

“Waspada juga potensi gelombang tinggi di Selat Sunda bagian Selatan. Perairan selatan Banten dan Samudra Hindia selatan Banten,” ujarnya.