Polisi Ringkus Komplotan Spesialis Pencuri BTS -->

Advertisement

Loading...

Polisi Ringkus Komplotan Spesialis Pencuri BTS

By: M Abdul Rosyid
Tuesday, 1 September 2020


Polda Metro Jaya Tangkap Komplotan Pencuri Penguat Sinyal BTS, 22 Modul Tower Disita.

Jakarta - Komplotan spesialis pencuri Modul Tower Base Transceiver Station (BTS) milik operator seluler, digulung Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Komplotan ini menggasak ribuan BTS untuk penguat sinyal telepon seluler dari seluruh Indonesia.

Polisi menangkap 6 tersangka berikut penadahnya di lokasi terpisah di kawasan Jakarta Utara dan Jawa Barat. Sebanyak 22 modul  BTS diamankan dari dalam gudang PT Ristel Indonesia milik penadah Toto Sugianto (TS) di Jakan Raya Cilincing, Jakarta Utara.

Keenam tersangka adalah TS (47), KP (39), JS (44), BS (40), W (48), dan AS (47). Tiga orang komplotan ini masih buron dan sudah teridentifikasi polisi, yaitu ME (40), F (35) serta T (45). BTS hasil curian tersebut dijual tersangka TS ke berbagai negara karena masih bisa digunakan.

"Kegiatan para tersangka ini mencuri BTS berlangsung sejak 2014. Barang bukti 22 BTS yang kami sita ini dicuri sejak bulan Juni hingga Juli 2020. Barang curian itu selama ini dijual ke penadah TS," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, Senin (31/8/2020).

Dikatakan, BTS milik Indosat dan XL yang dicuri komplotan ini lalu dijual kembali oleh TS yang merupakan mantan karyawan Indosat keluar negeri, seperti China, Amerika, Malaysia, India dan Afrika senilai 2 hingga 3 juta rupiah per unit. Untuk harga baru satu modul tower basel BTS ini senilai Rp 65 juta. 

"Tersangka TS pernah bekerja 14 tahun di salah satu operator seluler. BTS itu dibeli tersangka TS dari para pencuri Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta. Kemudian dijual kembali oleh TS Rp 2 hingga 3 juta keluar negeri," pungkas KombesPol Yusri.

KombesPol Yusri menjelaskan, saat dilakukan penggerebekan gudang PT. Ristel Indonesia milik TS petugas menyita 16 unit BTS milik Indosat dengan harga Rp 40 juta per unit atau total Rp 640 juta. Kemudian modul milik XL sebanyak 6 unit seharga Rp 45 juta per unit atau total harga Rp. 270 juta.