Astaga! Oknum anggota DPRD bandar narkoba, ditangkap dengan barbuk 5 kilogram sabu -->

Menu Atas

Advertisement

Loading...

Astaga! Oknum anggota DPRD bandar narkoba, ditangkap dengan barbuk 5 kilogram sabu

By: M Abdul Rosyid
Wednesday, 23 September 2020

 


Doc. Ilustrasi.

Pelaku ditangkap lantaran kedapatan membawa 5 kilogram sabu serta ribuan butir pil ekstasi, bersama yang lainnya.


Palembang- Penyidik Badan Narkotika Nasional Sumatera Selatan menemukan fakta baru dalam pengungkapan kasus narkoba yang melibatkan oknum anggota DPRD Palembang berinisial D.


Ternyata, D adalah seorang residivis kasus yang sama. Sebelumnya, penangkapan tersebut berlangsung di kawasan Jalan Riau, Kecamatan Ilir Barat 1, Palembang, Sumsel pada Selasa (22/9/2020) pagi.


D dan sejumlah orang lainnya ditangkap lantaran kedapatan membawa 5 kilogram sabu serta ribuan butir pil ekstasi.


Dikutip dari Kompas.com, Kepala BNN Sumatera Selatan Jon Turman Panjaitan mengatakan, dari hasil penyelidikan diketahui bahwa D merupakan seorang residivis kasus narkoba.


D pernah menjalani hukuman penjara selama 1 tahun pada 2012 lalu.


"D ini adalah seorang mantan residivis. Tahun 2012 pernah ditangkap waktu masih kuliah, divonis 1 tahun. Informasi itu masuk setelah kita melakukan penyelidikan," kata Jon kepada wartawan, dilansir Tribunnews Selasa (23/9/2020).


Seusai dipenjara D masih terlibat dalam peredaran narkoba.


Bahkan, dia menjadi seorang bandar yang memiliki jaringan luas di wilayah Sumsel dan diduga di pulau Jawa.


Menurut Jon, saat penangkapan berlangsung, mereka sempat menghubungi Ketua Harian DPD Partai Golkar Sumatera Selatan untuk memberikan kabar tersebut.


Pihak dari partai pun mengaku tidak terkejut dengan penangkapan terhadap D.


"Saya lapor, Bu ini mohon izin kami saat ini melakukan penangkapan dengan BNN pusat bahwa satu anggota ibu, D ditangkap. 'Oh iya kami tidak heran lagi dengan itu, kami mendukung BNN',"ujar Jon menirukan perbincangannya tersebut.


BNN akan terus mendalami D serta lima orang lain yang merupakan kaki tangan D dalam mengendalikan narkoba.


"Ada satu lagi asisten rumah tangganya kita amankan inisial T. Tapi yang ditetapkan tersangka baru 5. T ini masih harus pendalaman, karena dia hanya sebagai asisten rumah tangga," kata Jon.


D dan yang lainnya akan dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di BNN pusat.