Airin mengkaji kemungkinan penerapan jam malam di Tangsel -->

Advertisement

Loading...

Airin mengkaji kemungkinan penerapan jam malam di Tangsel

By: M Abdul Rosyid
Thursday, 3 September 2020


Kita kaji dulu yah, apakah memang efektif di Tangsel jam malam ini.

Tangsel- Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany, mengkaji kemungkinan penerapan jam malam di wilayahnya.

Hal ini menyusul kenaikan kasus Covid-19 baru periode Agustus 2020. Hingga Selasa (1/9/2020), jumlah kasus Covid-19 di Tangsel mencapai 795 orang.

Jumlah tersebut bertambah 10 kasus baru dari sehari sebelumnya, jumlah total kasus positif berjumlah 785 orang.

Dari kasus terkonfirmasi itu, sebanyak 110 orang masih dirawat di rumah sakit, isolasi mandiri ataupun dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel.

Sedangkan, 638 orang dinyatakan sembuh dan 47 orang meninggal dunia.

"Kita kaji dulu yah, apakah memang efektif di Tangsel jam malam ini," ujar Airin di kantor Pemkot Tangsel, Jalan Maruga, Ciputat, Selasa (1/9/2020).

Airin menjelaskan, kotanya merupakan wilayah penghubung antar kota lainnya, dan menjadi akses pelintasan.

Orang nomor satu di Tangsel itu khawatir penerapan jam malam akan mengganggu akses warga kota tetangga yang melintas."Mengingat akses masyarakat masuk ke Tangsel banyak," ujarnya.

Kendatipun begitu, Airin akan berkonsultasi dengan Kapolres Tangsel, Dandim 0506 Tangerang untuk meminta saran terkait jam malam.

Menurutnya, jam malam bisa menjadi solusi menekan angka penularan Covid-19. "Jadi kalau jam malam caranya seperti apa, nanti kami akan diskusikan dengan Pak Kapolres dan Pak Dandim," ujarnya.

Seperti diketahui, jam malam diberlakukan di Depok dan Bogor, aktivitas perkantoran, rumah makan, minimarket dan sebagainya dibatasi hanya beroperasi sampai pukul 18.00 WIB.