Bantuan Sosial Tunai di Kelurahan Seribasuki data penpenerimaannya, jadi pertanyaan -->

Menu Atas

Advertisement

Loading...

Bantuan Sosial Tunai di Kelurahan Seribasuki data penpenerimaannya, jadi pertanyaan

By: M Abdul Rosyid
Thursday, 14 May 2020


Lampung Utara-  Pembagian Bantuan Sosial Tunai (BST) melalui kantor pos sebesar Rp. 600.000 di Kelurahan Seribasuki kecamatan Kotabumi kota, kabupaten Lampung Utara diduga tidak tepat sasaran dan data penerima  terkesan tidak sesuai, jauh dari kriteria yang sepatutnya menerima, (15/5).

Cara pendataan seperti apa yang dilakukan pihak terkait, masih banyak masyarakat yang betul-betul membutuhkan dan wajar menerima justru tidak terdata sebagai penerima bantuan tersebut. 

Guntoro lurah Seribasuki memaparkan secara langsung kepada kami awak media BN News. Bahwa dirinya merasa kurang mengerti dan tidak memahami dari mana dan mengapa data bantuan Sosial tunai itu sangat membingungkan menurutnya.
Di mana di periode tahun angaran 2020 dari pihak kelurahan kami melalui RT kepala lingkungan, telah mendata mengajukan kurang lebih hingaga 400 (KK) kartu keluarga. Masyarakat yang kurang mampu agar mendapatkan bantuan tersebut.

Mengapa tiba-tiba kami hanya mendapatkan surat edaran bantuan dana tunai dari kator pos. Itu cuma terdata dan hanya 160 saja, itupun sudah kami selaku pihak kelurahan di panggil melalui surat undangan, dan merekapun sudah menerima bantuan tersebut dngan cara mengabilnya melalui kantor pos

Lebih lanjut Guntoro tidak paham mengapa seperti itu bahkan ada di antaranya masyarakat yang jelas sudah pindah daerah dan tidak lagi bertempat tingal di wilayah kelurahan kami. bahkan yang lebih herannya lagi sampai ada di antaranya nama masyarakat yang sangat jelas justru sudah tiayada, meningal dunia Almarhum (ALM). Cukup lama sudah 01 dan bahkan 02 tahun lalu namun namanya tercantum mendapatkan bantuan tunai (BST) tersebut. Ucap guntoro.

Diharapkan bagi segenap aparat pemerintahan.
Pemkab Lampung Utara, dengan adanya pemberitaan melalui media BNNews.top ini sangat kami harapkan pihak terkait untuk bertindak dengan tegas dalam menelusuri hal ini, mendata ulang, dapat turun langsung di kalangan masyarakat,  melihat dan mendata kembali.

Karena banyak warga yang membutuhkan tidak menerima bantuan tersebut. Besar kemungkinan data penerima BST ini dilakukan dari segenap Oknum pihak Kelurahan terkait, yang sepenuhnya melibatkan dari pihak RT dan RW setempat tidak mengetahui tata cara pendataan yang baik dan bijak kurangnya teliti dalam keterbukaan dan hanya diduga asalan saja dan tibang pilih di kalangan masyarakat di kabupaten Lampung Utara ini. (fir)