Kepala Inspektorat akan lakukan pemeriksaan kepada Desa Tanjung Waras kecamatan Bukit Kemuning -->

Menu Atas

Advertisement

Loading...

Kepala Inspektorat akan lakukan pemeriksaan kepada Desa Tanjung Waras kecamatan Bukit Kemuning

By: M Abdul Rosyid
Friday, 17 April 2020


Lampung Utara - Kepala inspektorat Mankodri kabupaten Lampung Utara, saat di  konfirmasi melalui via telpon saluler (16/04/2020) terkait pemberitaan yang ada di Desa Tanjung Waras, Mankodri mengatakan bahwa saya sudah memanggil Kepala Desa Tanjung Waras Armen kecamatan Bukit Kemuning kabupaten Lampung Utara, dan dia sudah datang  "Pekerjaan peningkatan jalan onderlah menjadi lapen yang ada di dusun tiga(3) sudah saya kerjakan dengan  sesuai kata Armen kepada kepala inspektorat kabupaten Lampung Utara, "memang pada waktu pekerjaan nya itu memang bagus pak Kata Mankodri, namun rekan rekan media dari Wadah Aliansi Jurnalistik Online indonesaia, turun langsung ke lokasi pekerjaan belum seumur jagung sudah hancur, 

"Saya akan membuat tem khusus untuk memeriksa Dana Desa  yang ada di Desa Tanjung Waras, apabila nanti di temukan ada kerugian Negara maka kita akan menghitung secara detail kerugian Negara. 

Kalau permasalahan monitoring  (monep) Itu nama nya pemeriksaan rutin, hasil pemeriksaan rutin mereka belum naik ke meja saya,  nanti akan saya cek apa saja hasil temuan dari pekerjaan itu, Itu yang nanti saya cek karena sampai saat ini hasil mereka monep  selama ini belum ada yang sampai di meja saya, Tetapi saya sudah membuat tem lain dan bukan Irban dua (2) karena saya tidak mau main main dalam hal ini Dan mana kala ada penumuan kerugian negara maka saya akan laporkan ke pihak hukum tegas nya, "saya jujur kurang puas dan saya  ada kan liptus kusus tinggal nanti mereka yang akan menindak lanjuti dan turun ke lapangan atau kelokasi. 

Saat tem aliansi jurnalistik online indonesia (AJO) turun kelokasi salah satu desa yang ada di kec Bukit Kemuning kabupaten Lampung Utara, di duga tidak sesuai dengan (RAB) Rencana angaran belanja yang di tuangkan di dalam APBDS desa di duga salah satu item pekerjaan yang mengunakan dana desa, desa tanjung waras peningkatan jalan onderlah menjadi jalan lapen di duga asal jadi.

Saat Tri di mintai keterangan warga dusun “Ia pak saya warga desa Tanjung Waras sangat kecewa dengan ada nya pekerjaan yang seumur jagung sudah hancur” saya berharap kepada pemerintah daerah kusus dapat memperbaiki jalan penghubung ke desa.

"Kepala desa Tanjung Waras Armen berkata “saya mau tau kalau warga saya yang melaporkan siapa, dan kami dari desa memang membutuhkan ahli dalam teknis fisik, dan beberapa bulan yang lalu ada juga yang melaporkan pekerjaan lapen tersebut, saya dan pendamping langsung turun ke lokasi namun yang di poto itu tidak ada, “ya bang nama nya juga di kampung bang jalanan itu buat ngeluarin kayu, jadi wajar aja klu dah rusak, bukan haya itu kami membuat gorong gorong langsung di lewati warga bang, klu masalah pekerjaan lapen pagu angaran nya 285.000.000 kurang lebih saya juga dah lupa, lebar nya 2.5 m, klu panjang nya 1200.m, itu juga dari pihak inspektorat dah turun bang untuk menetoring pekerjaan itu.

Tambah nya lagi’ saya memakai aspal sebayak 50 lebih saya juga gak tau kepastian berapa drum aspal nya nya.

Di lain sisi agus sebagai pekerja jalan dan pemborong jalan lapen” ia pak kalau biasa nya saya mengerjakan jalan sperti ini saya menawarkan desa yang mempercayai saya bekerja, saya bisa menghabiskan uang paling bayak sebesar Rp.150.000.000 (sratus lima puluh juta rupiah) kalau aspal nya saya bisa menhabiskan sebayak 32 drum saja, kalau kepala desa Armen dapat lah mobil avanza seken ujar agus melalui sambungan telpon saluler.

Di minta dengan pihak-pihak yang terkait alokasi dana desa (DD) agar dapat memberi sangsi tegas kepada oknum yang meyalah gunakan angaran dana desa  di karenakan dana desa 2019 sudah selesai.(fir)