Tingginya angka kematian akibat COVID-19, Jadi perhatian Dunia

Advertisement

Loading...

Tingginya angka kematian akibat COVID-19, Jadi perhatian Dunia

Tuesday, 24 March 2020


Data terakhir, Selasa 24 Maret 2020, angka kematian akibat COVID-19 di Indonesia sebanyak 55 orang dari total temuan kasus sebanyak 686 kasus. 

Jakarta, BN News- Tingginya angka kematian akibat Virus Corona COVID-19 terus menyeret sosok Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, dalam pusaran. Menteri yang doyan mengeluarkan pernyataan kontroversial ini dianggap punya andil dengan mengganasnya COVID-19.

Angka kematian diakibatkan COVID-19 di Indonesia memang sangat mengkhawatirkan. Dari data terakhir, Selasa 24 Maret 2020, angka kematian akibat COVID-19 di Indonesia sebanyak 55 orang dari total temuan kasus sebanyak 686 kasus.

Jika diprosentasekan, angka kematian sekitar 8 persen. Bandingkan prosentase kematian di China yang notabene-nya diyakini menjadi asal muasal mewabahnya Virus Corona. Di Negeri Tirai Bambu itu, angka kematian hanya 4 persen.

Tingginya angka kematian pasien COVID-19 ini membuat posisi Terawan terus digoyang dan dianggap ikut bertanggung jawab. Tak hanya desakan mundur yang kini semakin santer terdengar. Kasus COVID-19 di Indonesia ini semakin menyedot perhatian dunia.

Beberapa media asing semakin sering menyoroti kasus Corona di Indonesia. The Telegraph hingga media kenamaan Reuters ikut menyoroti situasi Indonesia. Dan nama Terawan mau tak mau terus disinggung.

Selain karena memang menjabat sebagai menteri kesehatan, ia kerap membuat komentarnya yang kontroversial dan terkesan menyepelekan. Tentu masih segar dalam ingatan saat Terawan mengatakan Virus Corona dapat sembuh dengan sendiri hingga ucapan nyinyirnya saat melihat orang mengenakan masker beberapa waktu lalu

"Orang yang mengenakan masker hanya orang yang sakit," kata Terawan dalam sebuah kesempatan di hadapan para awak media, dilansir Viva.co.id, Rabu (25/3/2020).

Ironinya, belum lama ini Terawan dalam beberapa kesempatan terlihat selalu mengenakan masker setelah virus Corona COVID-19 benar-benar mulai menyebar ke seantero negeri. Desakan mundur pun semakin kuat, tak terkecuali di dunia maya, terutama di twitter.