Kapolres Lampura perdamaian tidak mengugurkan pidana, kasus penganiayaan

Advertisement

Loading...

Kapolres Lampura perdamaian tidak mengugurkan pidana, kasus penganiayaan

Sunday, 22 March 2020

AKBP Bambang Yudho Martono S.IK.,M.Si. Kapolres kabupaten Lampung Utara.

Lampung Utara BN News- Laporan korban penganiayaan pada hari Rabu tanggal 5 Febuari 2020, yang terjadi pada  wartawan Efrijal di rumah makan AYUNI kecamatan Bukit Kemuning Kabupaten Lampung Utara, yang tertuang pada , LP / B / 132 / ll / 2020 / Polda Lampung / SPKT Res LU , Tanggal 05 febuari 2020.

Telah membuahkan hasil, terduga pelaku Herman yang terduga salah satu pelaku penganiayaan terhadap wartawan Efrijal, telah ditangkap.

Penangkapan oleh Anggota Polres Lampung Utara pada hari Senin tanggal 16 Maret 2020, di rumah mertuanya di kecamatan Bukit Kemuning.

Penangkapan langsung di pimpin oleh Kasat Reskrim dan Anggota Reskrim Polres Lampung Utara di back up Polsek Bukit Kemuning.

Dalam audensi pada tanggal 7 Maret 2020 di Polres Lampung Utara, Samsi Eka Putara SH, praktisi Hukum Efrijal korban penganiayan menyampaikan kepada Kapolres Lampung Utara bahwa, pihak dari keluarga pelaku ingin mrngajak berdamai secara kekeluargaan adat.

Setelah itu Kapolres Yudho Bambang menjawab dari beberapa pertanyaan dan rekan media terkait terduga pelaku Herman penganiayaan Efrijal wartawan, dan juga menjawab apa yang di sampaikan oleh praktisi Hukum Efrijal.

Kapolres juga menjawab terkait perdamaian yang di sampaikan oleh SAMSI praktisi Hukum Efrijal.

"Kaplores Berkata, PERDAMAIAN TIDAK MENGGUGURKAN PIDANA.

Tetapi apa yang disampaikan oleh Kapolres seakan hanya sekedar KATA , Pasalnya terduga pelaku Herman penganiayaan terhadap wartawan Efrijal, yang hari Senin tanggal 16 Maret 2020 telah ditangkap, tetapi saat ini menurut informasi desas-desus dan di kutip salah satu pemberitaan di media online, terduga pelaku Herman telah di bebaskan karena adanya perdamain.

Seandainya terduga pelaku Herman penganiayaan benar di bebaskan, apakah tidak ada kekeliruan pihak Polres Lampung Utara? membebeskan terduga pelaku Herman penganiayaan terhadap Efrijal wartawan.

"Dan juga terduga pelaku Herman penganiyaan juga diduga kuat melanggar UU no 40/1999  tentang  Pers.Pasal 18

(1) Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah). (fir)