Ketua DPC AJO Indonesia Yakin Kapolres Lampung Utara akan jebloskan Oknum Ketua Ormas PP penganiaya Wartawan Efrijal

Advertisement

Loading...

Ketua DPC AJO Indonesia Yakin Kapolres Lampung Utara akan jebloskan Oknum Ketua Ormas PP penganiaya Wartawan Efrijal

Saturday, 15 February 2020


Lampung Utara BN News- Wartawan adalah orang bebas, wartawan bebas menulis apa yang Ia lihat dan Ia dengar berdasarkan hati nurani, kode tetik dan UU Pers.


Wartawan tidak memiliki kategori status sosial yang pasti, pagi Ia bisa ngobrol dengan abang becak, Siang Ia bisa makan bersama para pejabat, sore Ia bisa bincang-bincang dengan pemuka agama dan malam Ia juga bisa berada di cafe Senang hati, diskotik, dan Bar.

Setiap hari Ia menyapa publik dengan informasi, tak peduli Informasi yang disajikan itu diapresiasi atau dicaci, untuk memenuhi kewajibannya terhadap publik, wartawan memberikan informasi berdasarkan kebenaran yang diyakininya benar dan chek and richek, terkadang risiko nyawa tanpa Ia sadari mengancam dirinya dan keluarganya.

Sungguh profesi yang amat agung, dimana seorang wartawan berperan besar dalam seluruh aspek kehidupan, sejarah mencatat, kemerdekaan Indonesia dikumandangkan ke seantero dunia melalui media oleh seorang wartawan. di kutip dari karya Dance henukh

Terkadang Wartawan juga harus berhadapan dengan tatantangan dan resiko yang amat tiggi di saat mengumpul kan mencari informasi untuk di jadikan berita. Sudah sering terdengar Wartawan yang menjadi korban penganiayayaan oleh oknum yang demi menutupi aip nya ,bahkan samapai ada wartawan yang harus kehilangan nyawa nya demi tugas mulia nya.

Seperti yang baru terjadi di alami oleh Wartawan bernama Efrijal pada hari tgl yang lalu, efrijal harus menerima Jotos dari oknum ketua ormas PP. Kab.way kanan. Yang terjadi di rumah makan rumah makan Ayuni Rabu (05/02). kecamatan Bukit Kemuning kabupaten Lampung Utara.

Menurut keterangan korban yang di ketahui bernama Eprizal. Bermula eprizal hendak melakukan tugasnya selaku wartawan mendapat telpon  dr orang yang mengaku Herman, dengan nada tinggi mengajak Eprizal untuk bertemu membahas masalah Suslana, S.Pd Kepala sekolah SDN 01 Ujan  Mas yang di terbitkan berita nya di buseronlinews.com.

Atas peristiwa tersebut Korban Efrijal mengalami memar di bagian wajah nya.
Dan telah melapor di Polres Lampung utara  yang tertuang dalam surat laporan Nomor: STPL/132/B-1/ll/2020/SPKT RES LU.

Tetapi sampai saat ini entah mengapa oknum ketua Ormas PP Kab.Way Kanan bersama rekan nya belum terlihat di Polres Lampung Utara. Sehingga membuat para rekan Pers bertanda tanya? apakah benar  oknum ketua PP kabupaten Way Kanan tersebut berkata pada korban bahwa dia kebal Hukum.

Ketua Dpc Aliansi Jurnalistik Online (Ajo) Indonesia Kabupaten Lampung Utara pun angkat bicara.
Dalam mengamati persoalan laporan wartawan Efrijal sampai saat ini pelaku belum tertangkap.

Defriwansyah selaku Ketua Dpc Ajo Indonesia Lampura berkata,
" Saya sangat heran kok oknum ketua ormas PP kabupaten Way Kanan terduga pelaku penganiayaan Wartawan Efrijal sampai dengan saat ini batang hidung nya belum terlihat di Polres Lampung Utara. Apa kah benar kata Efrijal,orang itu kebal Hukum, tapi saya yakin Pak Kapolres Budiman bekerja maksimal mungkin ini juga sedang dalam proses pengembangan dan pencarian terhadap pelaku pasti pak Kapolres akan menoreh karir nya yang baik di penghujung masa tugas nya sebagai Kapolres Lampung Utara.

Saat awak media konfirmasi kepada pihak polres Lampung utara melalui pia telpon seluler nya pada hari sabtu 15/05 /
Pak Lusi berkata, " bahwa menanggapi laporan Saudara Efrijal ,
Kami bersama Anggota buser Lampung utara sudah mendatangi rumah terduga pelaku penganiayaan tetapi tidak ada dirumah. Sampai saat ini Pihak Polres lampung utara tetap tanggap menangani laporan Efrijal wartawan korban .
Uajar nya.

Sama hal nya yang di sampaikan oleh efrijal melalui pia telpon nya,
Sedang dalam Proses. Bahwa Anggota dari Polres Lampung utara sudah dua kali mendatangi rumah Herman tetapi pelaku penganiaya tidak ada di rumah. (fir)