Sadis, Seorang Ibu di Kupang benturkan kepala bayi perempuannya hingga tewas -->

Advertisement

Loading...

Sadis, Seorang Ibu di Kupang benturkan kepala bayi perempuannya hingga tewas

By: M Abdul Rosyid
Sunday, 5 January 2020

Polisi: Pelaku ditangkap oleh anggota POM AU antara lain Serda Helman, Pratu Bayu dan Prada Kurniawan saat mereka sedang berpatroli di kawasan itu, (6/1/2020).

Kupang, BN News - Entah apa yang merasuki Adriana Lulu Djami (33), seorang ibu rumah tangga di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Adriana membenturkan kepala anak perempuannya hingga tewas hanya karena buang air kecil atau ngompol di kasur. 

Bayinya itu masih berusia 2 tahun. Adriana merupakan warga yang tinggal di kosan Jalan TTU Uki Tau RT 042 RW 002, Kelurahan Liliba Oebobo, Kota Kupang, NTT.

Adriana ditangkap polisi setelah diketahui hendak menguburkan anaknya itu di jalur penghijauan Jalan Adi Sucipto Kelurahan Penfui Kecamatan Maulafa Kota Kupang. Dia ditangkap saat 3 anggota POM AU sedang berpatroli.

"Pelaku ditangkap oleh anggota POM AU antara lain Serda Helman, Pratu Bayu dan Prada Kurniawan saat mereka sedang berpatroli di kawasan itu," kata Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Hasri Manase Jaha seperti dilansir Antara, Jumat (3/1/2020).

Perbuatan pelaku terbongkar setelah ketiga anggota POM AU melihat kendaraan roda dua sedang diparkir di pinggir jalan. Anggota POM AU lalu memeriksa dan menemukan pelaku sedang berusaha menguburkan sesuatu yang dibungkus dengan kain.

Saat diperiksa, ternyata jasad seorang anak. Belakangan, terungkap bahwa jasad itu merupakan anak kandungnya.

Adriana langsung dibawa ke pos POM AU. Anggota TNI AU lalu menghubungi pihak kepolisian untuk mengamankan pelaku. 

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku pergi ke tempat kejadian sekitar pukul 21.00 Wita. Dia ke lokasi itu menggali tanah dan mempersiapkan perlengkapan untuk menguburkan korban.

Setelah menggali dan mempersiapkan semua, pelaku kembali ke kosan. Lalu pada pukul 22.00 WITA, Adriana membawa jasad korban untuk dikuburkan di tempat yang sudah disiapkan tersebut.

Adriana membunuh korban dengan cara membenturkan kepala bayinya itu secara berulang-ulang. Akibatnya, korban mengalami luka pada bagian kepala dan sempat panas tinggi dan kejang-kejang hingga meninggal.

Dia sempat menelepon suaminya. Saat suaminya tiba, pelaku disuruh untuk menguburkan jasad itu di lokasi penghijauan.

Hasri menambahkan, Adriana dan suaminya menikah siri sejak tahun 2016. Pelaku adalah istri kedua. Kejadian ini juga diduga akibat masalah ekonomi.