Pembangunan di Desa kalibalangan, Terindikasi mar-Up dan tidak tepat sasaran -->

Menu Atas

Advertisement

Loading...

Pembangunan di Desa kalibalangan, Terindikasi mar-Up dan tidak tepat sasaran

By: M Abdul Rosyid
Monday, 20 January 2020


Lampung Utara BN News- Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengatakan bahwa, sejak dana desa digulirkan pada tahun 2015 hingga 2019 (saat ini) anggaran dana desa sudah mencapai Rp 257 Triliyun. Dan pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran dana desa dengan total Rp 400 triliun selama 5 tahun ke depan hingga 2024. Peningkatan alokasi dana desa sebesar Rp 400 triliun selama 5 tahun ke depan itu dimungkinkan karena anggaran desa memang setiap tahunnnya terus mengalami peningkatan. Dikutip dari Kompas.com, namun dengan besaran dan yang di gelontorkan pemerintah tak sedikit yang memanfaatkan untuk kepentingan perorangan dan golongan. Sudah banyak kepala desa/kampung/pekon yang menerima kurungan karena menyelewengkan DD tak sedikit juga keberhasilan yang telah dicapai.

Demikian pula atas dugaan yang terjadi saat menjumpai beberapa item pembangunan di desa Kalibalangan kecamatan Abung Selatan yang mana pada bangunan-bangunan yang di bangun oleh A.Husen Sebagai kepala desa setempat di duga mengarah kepada prilaku sarat korupsi. 

Pasalnya di lihat dari pembangunan sumur bor di dusun 6 Jakarta baru selain tidak terdapat papan informasi, juga terlihat pembangunan tersebut mangkrak belum dapt di gunakan, meski keterangan warga setempat mereka sudah tidak butuh sumur bor di karenakan musim penghujan sudah tiba.

“Kalau sumur bor ini di buat tahun 2019 kemarin, rencananya mau di pake setelah di pasang listrik, tapi sekarangkan sudah musim ujan makanya tidak terpakai, “jelas warga yang tidak mau di sebutkan namanya.

Begitu pula di tinjau pada dusun 4 pembangunan pada item pembuatan jalan baru jenis onderlag yang mana terkesan asal-asalan, sehingga di duga pembangunan tersebut tidak menggunakan pemadat batu jenis wales yang biasa di pakai dalam proyek pembuatan jalan, berdampak pada batu-batu jalan tersebut dapat di buka dengan menggunakan tengan, menurut keterangan warga di lokasi, yang mana mengeluhkan jalan tersebut. Selain sudah rusak juga tidak terdapat gorong-gorong sehingga masyarakat masih menggunakan gorong-gorong darurat yang terbuat dari papan yang sudah lapuk untuk penyebrangan sedangkan tidak jauh di lokasi di temukan papan informasi yang menjelaskan adanya pembangunan 9 unit gorong-gorong yang menelan anggaran hampir mencapai 50 juta rupiah.

"Kalau pembanguan jalan di tempat lain pakai wales, tapi yang disini tidak pakai, haya batu di susun saja. Menurut saya pekerjaan onderlag yang ada di dusun 4 ini kurang maksimal di karenakan baru beberapa hari saja jalan onderlagh tersebut sudah rusak, mengenai gorong-gorang yang kata nya ada sembilan titik namun setahu saya yang ada di dusun 4 saung marga ini cuma ada tiga saja, “Jelas BN.

Anehnya masih di desa Kalibalangan di dusun yang sama di jumpai tim, pada lapangan sepak bola terlihat pembanguan tempat para penonton duduk lengkap dengan atapnya baru saja di bangun, dilokasi selain tidak ada papan informasi, pembangunan tersebut juga terkesan tidak bermanfaat, pasalnya lapangan sepak bola itu kini dipenuhi semak belukar.

Dari beberapa item pembanguan yang ada di desa kalibalangan yang menggunakan anggaran bersumber dari dana desa APBN 2019 di duga sarat korupsi.

Terbitnya berita ini A.Husen selaku kepala desa Kalibalangan kecamatan Abung Selatan kabupaten Lampung Utara. Belum dapat di jumpai untuk di konfirmasi terkait hal tersebut di atas.(fir)