Direktur RSUD Riyacudu Kotabumi di acam dengan senjata tajam -->

Menu Atas

Advertisement

Loading...

Direktur RSUD Riyacudu Kotabumi di acam dengan senjata tajam

By: M Abdul Rosyid
Thursday, 16 January 2020


Lampung Utara BN News- Dalam menyikapi adanya komplik persoalan  yang terjadi di RSUD Riyacudu Kotabumi. Langsung saja kami dari media BNNews. top menemui Dr. Indera selaku Plt. direktur Rumah sakit Umum Riyacudu kabupaten Lampung Utara, menyikapi prinhal tersebut kejadian itu terjadi pada pukul jam 10:12 Wib kurang lebih, yang disaksikan langsung bersama pegawai RSUD bagian kasubag perencanaan perihal, memintak kenaikan pangkat yang harus melalui dan ditangani berkas kepada Dr.Indra selaku Direktur RSUD Riyacudu. Kotabumi kabupaten lampung utara, yang berujung, pengancaman. Penekanan, dan perbuatan yang tidak menyenangkan dari oknum bernama Edison selaku setap di RSUD Rumah sakit umum riyacudu kotabumi lampung Utara.

Dr. Indra. Selaku Direktur RSUD HM Riyacudu Kotabumi akhirnya melaporkan, Edison selaku stap dirumah Sakitnya ke Polres Lampung Utara atas Perlakuannya yang sangat tidak menyenangkan yang disertai dengan Pengancaman yang dialaminya saat sedang berada didalam ruangan kerjanya. Kamis (16/01/2020) pukul 10.00 Wib.

Laporan tersebut tertuang didalam STPL nomor: 48/B/1/ 2020/ Polda Lampung/Res Lu, hari Kamis tanggal 16 Januari tahun 2020.

Melalui kutipan STPL tersebut tertulis kronologis kejadian yang dialami oleh Direktur RSD HM Riyacudu sebagi (pelapor) saat dirinya sedang berada diruang kerjanya tiba tiba masuklah ED (terlapor) kedalam ruangannya dengan membawa berkas Pengajuan Permohonan Persetujuan kenaikan Pangkat terlapor.

Saat itu Pelapor memberitahukan terhadap terlapor agar menghadap kembali setelah pelapor selesai mengikuti rapat kerja karena saat itu telah ditunggu diruang rapat.

Namun terlapor merasa tidak terima dan marah marah terhadap pelapor dan berkata kalo anda tidak tanda tangan di berkas pengajuan ini maka anda akan saya tujah/tusuk sambil  terlapor merogoh tas yang dibawa oleh terlapor yang mana tas tersebut berisikan senjata tajam jenis badik./pisau

Melihat gelagat terlapor membahayakan pelapor lalu saudara Yusdar Andi menarik terlapor dan membawanya keluar dari ruangan kerja pelapor.

Atas peristiwa ini pelapor akhirnya melaporkan terlapor ke Mapolres Lampung Utara untuk ditindak lanjuti.

Sementara itu, Kapolres Lampura, AKBP. Budiman Sulaksono,S.I.K, melalui Kasat Reskrim, AKP. M.Hendrik, S.I.K menyampaikan," masalah Pengancaman akan dimasukan didalam Undang undang Darurat atas Kepemilikan Sajam, tanpa ijin yang sah dan pasalnya akan kita kenakan dengan pasal 335 KUHP," pungkas Kasat Reskrim Polres Lampura. Yang hingga saat ini masih dalam penahan, melaui jalannya peroses Hukum. (fir)