Pemerintah diminta bantuanya, 76 Siswa Belajar bergantian di Tasikmalaya -->

Menu Atas

Advertisement

Loading...

Pemerintah diminta bantuanya, 76 Siswa Belajar bergantian di Tasikmalaya

By: M Abdul Rosyid
Saturday, 7 December 2019

Kepala MI Mis: Kami terpaksa menjalankan proses kegiatan belajar mengajar di gubuk ini, dikarenakan tidak memiliki ruangan lagi, (8/12/2019).

Tasikmalaya, BN News - Siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mis Cileunjang Desa Campakasari Kecamatan Bojonggambir Kabupaten Tasikmalaya terpaksa belajar di gubuk.

Pasalnya, sekolah ini tak memiliki bangunan kelas yang bisa digunakan peserta didiknya belajar.

Sebanyak 76 siswa harus rela belajar bergantian di ruangan 10 x 4 yang disekat menjadi tiga bagian. Dinding bangun tersebut pun terbuat dari bilik dan kayu seadanya.

Alasnya pun hanya tanah, tanpa ada lantai yang membuat para siswa belajar nyaman.

Kepala MI Mis Ci­leunjang Ke­­camatan Bo­jonggambir Deden Saeful Bahri AMa mengatakan proses pembelajaran dibagi menjadi dua sesi.

Siswa kelas I, II dan III belajar sejak pukul 07.00-10.00 WIB. Sedangkan untuk siswa kelas IV, V dan VI belajar mulai pukul 10.00-13.00 WIB.

“Kami terpaksa menjalankan proses kegiatan belajar mengajar di gubuk ini, dikarenakan tidak memiliki ruangan lagi. Ini juga gubuk merupakan hasil pembangunan swadaya masyarakat sekitar, sejak tiga tahun silam,” ujarnya kepada Radar, Minggu (1/12).

Deden menjelaskan sebagian besar material ruangan kelas terdiri dari bambu dan kayu.

Pada bagian samping dan belakang ditutupi bilik, bagian atapnya terbuat dari asbes dan ruangan belajarnya beralaskan tanah.

Tidak ada kaca dan terbuka, bagian depan tidak dipasang bilik, hanya samping dan belakang. “Ya jelas tidak nyaman belajar dalam ruangan seperti ini,” katanya.

Dia berharap pemerintah daerah dapat segera membuatkan ruang kelas baru untuk sekolah mereka. Dikhawatirkan ketika musim hujan, ruangan banjir dan becek yang jelas mengganggu aktivitas belajar.

Deden mengaku terharu melihat anak-anak yang sangat semangat dalam belajar meskipun hanya belajar di dalam gubuk beralaskan tanah. Mereka tidak pernah mengeluhkan dengan kondisi yang apa adanya ini.