Diopname Hingga Enam Bulan, Istri Laporkan Suami -->

Menu Atas

Advertisement

Loading...

Diopname Hingga Enam Bulan, Istri Laporkan Suami

By: M Abdul Rosyid
Thursday, 3 October 2019



Tak bisa menahan emosi, suami membentur-benturkan kepalanya ke wajah si istri sepanjang perjalanan, gambar ilustrasi (3/10/2019).

BNNews.top - Karena cemburu buta, Tulus (38) warga Desa Ngrencak Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek tega menganiaya sang istri, Suwarti (28).

Kejadian itu bermula ketika Tulus dan istrinya hendak pergi ke Kecamatan Panggul, Rabu (25/9/2019) sekitar pukul 21.00 WIB.

Di tengah jalan, mereka berhenti di sebuah warung untuk istirahat.

Di lokasi itu, ada Taufik yang merupakan teman Suwarti. Meski berteman, Taufik dan Suwarni tak saling tegur sapa. Hal tersebut justru membuat Tulus merasa curiga.

Ia mendadak cemburu buta dan curiga sang istri dan Taufik punya hubungan gelap.

“Selesai dari warung itu, pasangan suami-istri tidak melanjutkan ke tujuan, tapi berencana pulang kembali ke rumah. Di perjalanan, ternyata ada sikap yang kurang terpuji dari tersangka. Karena suami emosi, kesal, dan curiga, mereka cekcok di sepeda motor,” kata Kapolres Trenggalek AKBD Jean Calvijn Simanjuntak, Kamis (3/10/2019).

Tak bisa menahan emosi, suami membentur-benturkan kepalanya ke wajah si istri sepanjang perjalanan.

Istri yang kesal pun membalas sebaliknya. Saling bentur-membenturkan kepala itu membuat sang istri jatuh dari motor.

Calvijn menjelaskan, sang suami kemudian menghentikan motornya. Pasangan beda usia 10 tahun itu melanjutkan cekcok. Pelaku yang naik darah pun mencakar dan memukul muka sang istri.

“Korban lalu melarikan diri. Kebetulan di sisi jalan ada rumah tetangga. Pada saat korban melarikan diri, ternyata tersangka kurang puas hingga mengejar dan kembali memukul sang istri,” ungkap Calvijn.

Ia mengatakan, sang istri mengalami luka berat hingga harus diopname selama enam bulan. Karena tak terima, sang istri pun melaporkan sang sumai ke polisi, Jumat (27/9/2019).

“Dari tim polsek [Panggul] berupaya memediasi. Tapi korban tetap ingin melaporkan. Esok harinya, tim menangkap tersangka tanpa perlawanan sehingga bisa menangkap, menyidik, dan menahan,” kata dia.

Berdasarkan penyidikan polisi, korban dan temannya tak terbukti menjalin hubungan gelap. Jadi, kecemburuan yang berujung pada penganiayaan itu terjadi karena pelaku tak meverifikasi kecurigaannya.

Polisi mengamankan barang bukti berupa sepasang buku nikah dan baju berbercak darah yang dipakai korban ketika penganiayaan.

“Pelaku disangkakan pasal 44 ayat 1`subsider pasal 44 ayat 4 UURI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga dengan ancaman maksimal lima tahun pidana penjara,” pungkas Kapolres.