Pagar Makan Tanaman: Tetangga Jadi Selingkuhan, Pengantar Kematian - BN News

Breaking

    DESKRIPSI GAMBAR  

Pagar Makan Tanaman: Tetangga Jadi Selingkuhan, Pengantar Kematian




Dugaan awal korban meninggal karena terpleset, namun tim medis mulai curiga usai menemukan banyak luka tak wajar pada tubuh korban, gambar ilustrasi (1/10/2019).

BNNews.top - Seorang suami pulang dari warung kopi, temukan istri tewas dikira jatuh dari kamar mandi, ternyata dibunuh tetangganya yang juga selingkuhan istrinya. 

Perselingkuhan itupun baru diketahui suami setelah terbongkar kematiannya atas pengakuan pelaku.

Seorang warga Dukuh Guyung Desa Klagen Kecamatan Kedungtuban kabupaten Blora, bernama Ratmiati (41) pada Rabu (25/09) malam, ditemukan meninggal dunia oleh Sukardi, suami korban, tergeletak di kamar mandi rumahnya.

Sukardi yang saat itu menemukan istrinya di dekat kamar mandi langsung memanggil kerabatnya. Mereka membawa Ratmiati ke rumah sakit PKU Muhammadiyah Cepu.

Namun nahas, saat sampai di lokasi tim medis menyatakan Ratmiati sudah meninggal dunia.

Dugaan awal korban meninggal karena terpleset, namun tim medis mulai curiga usai menemukan banyak luka tak wajar pada tubuh korban.

Tim medis menemukan luka tersebut di bagian kepala belakang.

Kasus kematian yang awalnya diduga terpeleset di kamar mandi kembali mengungkap fakta kebenarannya. Rasmiati diduga di aniaya.

Kasat Reskrim Polres Blora AKP Herry Dwi Utomo, melalui Kapolsek Kedungtuban Iptu Suharto, menyampaikan, dari hasil penyelidikan tersangka penganiayaan tersebut bernama Doyo (42) tetangga korban yang tinggal tidak jauh dari rumah korban kurang lebih 50 meter.

Menurut pengakuan tersangka, semula tidak ada niat menghabisi nyawa korban.

"Berawal tersangka merasa tersinggung dengan ucapan korban yang ngomel-ngomel terus. Karena tidak bisa memuaskan korban akhirnya penganiayaan itu terjadi," ungkapnya.

Sebelum insiden berdarah itu terjadi, tersangka dan korban diduga melakukan hubungan perselingkuhan, yang mana suami korban saat itu pergi ke warung kopi. Dan 2 anak korban sudah tidur.  Lalu, keduanya duduk-duduk di depan kamar mandi.

"Nah, disitu ada batu langsung dihantamkan kepada korban. Setelah tergeletak, pelaku langsung melarikan diri lewat pintu belakang," ucapnya.

Atas perbuatannya, tersangka sementara dijerat pasal 351 KUHP ayat 3 dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

"Sementara itu, karena masih akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Untuk ancaman hukumannya apakah berlapis atau tidak," tandasnya.

No comments:

Post a Comment