Kenalan Di Medsos, Siswi SD Jadi Korban Perkosaan -->

Advertisement

Loading...

Kenalan Di Medsos, Siswi SD Jadi Korban Perkosaan

By: M Abdul Rosyid
Monday, 30 September 2019



Pokoknya yang memperkosa anak saya itu harus ditangkap. Katanya anak saya ada tiga orang. Yang dua menjemput di rumah, tidak tahu yang memperkosa ada berapa. Tapi, semuanya harus ditangkap, gambar ilustrasi (1/10/2019).

BNNews.top - Tindak pemerkosaan yang dilakukan kenalan dari facebook, kembali terjadi. Kali ini korbannya bahkan masih kelas 6 SDN di Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo. Dia adalah NR, 12.

NR diperkosa oleh teman lelakinya yang dikenal lewat facebook, dua bulan lalu. Perkosaan itu sendiri terjadi Jumat (27/9) pukul 02.00. Tidak terima dengan kejadian yang menimpa putrinya, orang tua NR pun melapor ke Polres Probolingggo, Sabtu (28/9) sekitar pukul 13.00.

Informasi, kejadian tersebut bermula dua bulan lalu atau sekitar bulan Juli. Saat itu, korban berkenalan dengan Faiz, 27, warga Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Mereka berkenalan di jejaring sosial facebook.

Selama dua bulan itu, mereka hanya berkomunikasi melalui facebook. Hingga akhirnya pada Jumat (27/9), keduanya sepakat bertemu.

Anehnya, keduanya sepakat bertemu dini hari. Yaitu, pukul 02.00. Pelaku menjemput korban di rumahnya pukul 02.00. Mereka berdua lantas pergi ke rumah pelaku di Paiton.

“Jadi katanya dijemput di rumahnya. Kemudian dibawa ke rumah pelaku,” kata HJ, warga Besuk yang mengantarkan keluarga korban melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Probolinggo.

Menurutnya, saat itulah kemudian aksi perkosaan itu terjadi. Sebelumnya, korban dicekoki pil oleh pelaku. Akibatnya, korban tidak sadarkan diri. Saat tidak sadarkan diri itu, pelaku lantas memperkosa korban.

“Yang tidak habis pikir itu, pelaku melakukan di rumahnya. Padahal orang tuanya ada. Korban sendiri tidak sadar. Ngakunya dicekoki pil,” terang HJ.

SL, ayah korban saat dikonfirmasi mengaku, ia tidak mengetahui anaknya dijemput pukul 02.00 di rumahnya. Saat itu dia tidur setelah kecapekan bekerja seharian di ladang tembakau.

SL baru sadar anaknya tidak di rumah saat hendak salat Subuh. Saat itu, SL hendak membangunkan anaknya. Namun, ternyata anaknya tidak ada.

“Saya langsung mencarinya. Akhirnya anak saya itu ketemu di Pakuniran. Itu, di rumahnya kenalan anak saya. Katanya, setelah diperkosa dia diantar ke sana oleh pelaku,” katanya.

Saat itulah, anaknya mengaku dia diperkosa Faiz. Mendengar pengakuan anaknya, SL langsung naik darah. Dia pun melaporkan kejadian itu kepada pemerintah desa. Pemerintah desa lantas mengantar SL untuk laporan pada Sabtu.

“Pokoknya yang memperkosa anak saya itu harus ditangkap. Katanya anak saya ada tiga orang. Yang dua menjemput di rumah, tidak tahu yang memperkosa ada berapa. Tapi, semuanya harus ditangkap,” katanya.

Hari ini (Senin, Red), SL masih akan mendatangi pihak kepolisian untuk menindaklanjuti laporan yang dibuatnya. Ia juga berencana ke rumah sakit untuk melakukan visum pada anaknya, hari ini.

“Besok kami masih ke Polres lagi. Katanya untuk visum juga,” jelasnya.

Sementara itu, Kanit PPA Polres Probolinggo Bripka Isana Reny Antasari mengatakan, pihaknya telah menerima laporan tindak pidana pemerkosaan itu. Menurutnya, saat ini pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut.

“Ini masih proses penerimaan. Kasusnya kami tangani dan kami masih melakukan penyelidikan atas kasus ini,” katanya saat dikonfirmasi.