Inspirasi: Anak Tukang Beca, Jadi Sarjana Hukum Dengan IPK Membanggakan - BN News

Breaking

    DESKRIPSI GAMBAR  

Inspirasi: Anak Tukang Beca, Jadi Sarjana Hukum Dengan IPK Membanggakan



BNNews.top - Noviana akhirnya bisa tersenyum lebar. Gadis 24 tahun itu berhasil meraih gelar Sarjana Hukum dengan IPK 3,94 di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Noviana berhasil membuktikan bahwa dirinya dapat meraih impiannya walaupun dengan keterbatasan ekonomi. Ia tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan kepadanya.

Noviana sendiri merupakan anak tukang becak yang kemudian beralih kerja menjadi cleaning service. Dan Noviana sempat menjadi pengamen jalanan.

"Saya lahir dari keluarga kurang mampu. Sejak kecil saya terpaksa turun ke jalanan untuk mengamen. Saya dulu mengamen di pertigaan Jalan Ngagel Jaya Selatan. Bapak saya tukang becak tapi bapak saya tetap menyuruh saya untuk bisa belajar," ujar Noviana di Airlangga Convention Center pada Jumat (6/9).

Noviana mengatakan dirinya sudah tidak meminta uang kepada orang tua saat mulai berkuliah. Selain kuliah, dirinya juga menjalani masa magang di Unit Bantuan Konsultasi Hukum, karena dari keluarga tidak ada yang berasal dari background hukum.

Bungsu dari empat bersaudara ini mengaku bahwa dirinya bisa berkuliah karena bisa bertemu dengan sosok yang sekarang sudah dia anggap seperti ayahnya sendiri.

"Jadi sejak saya kelas 6 SD, ketika saya berada di Lingkungan Pondok Sosial, saya bertemu dengan bapak Bambang DH, yang dulu saya belum tahu bahwa beliau adalah Wali Kota Surabaya. Awalnya beliau bertanya pada saya bagaimana agar saya bisa berhenti mengamen. Setelah itu saya menjawab bahwa saya ingin bapak saya dapat pekerjaan dan saya juga ingin bersekolah dengan lancar. Alhamdulilah, beliau menyanggupi itu," pungkas Noviana.

Setelah menerima bantuan dari Mantan Wali Kota Surabaya tersebut, ayah Noviana akhirnya dapat bekerja di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) walaupun hanya sebagai cleaning service.

Rektor Universitas Airlangga, Mohammad Nasih mengatakan bahwa memang ada tawaran atau jaminan untuk Noviana.

"Tentu belum bisa untuk bergabung menjadi staf disini karena baru lulus S1 dan memang salah satu syaratnya harus sudah S2. Tetapi kalau yang bersangkutan mau menjadi asisten, saya rasa tidak masalah untuk dapat melanjutkan studinya," ujar Nasih.

Sutrisno, ayah Noviana mengaku sangat bangga dengan pencapaian anaknya.

"Tentunya saya sebagai orang tua sangat bangga dan senang melihat keberhasilan Noviana. Mudah-mudahan ke depannya lebih baik lagi. Dengan ketelatenan, kedekatan dan keterbukaan orang tua ke anak sangat membantu perkembangan dari Noviana sendiri," ujar Sutrisno.

Sutrisno membenarkan bahwa Noviana dulu mengamen untuk membantu dirinya beserta istri.

"Waktu itu ada insiden saya jatuh dari bangunan dan tidak bisa kerja, sehingga anak saya ingin membantu dengan mengamen ke jalanan. Saya pernah melarang untuk tidak mengamen karena lokasi yang dekat dengan tetangga, saya takut dia malu. Ternyata, dia dengan polosnya mengatakan bahwa mereka tidak malu karena ini demi orang tua," ujar Sutrisno

Sutrisno berharap untuk Noviana untuk tidak kendor dengan prestasi yang sudah diraih. Dilansir detik.com, semangat harus dijaga untuk tetap melanjutkan impian Noviana sendiri. (*)

No comments:

Post a Comment