Gempa Banten, WH: Warga Mengungsi Sesuai Dengan Simulasi - BN News

Breaking

    DESKRIPSI GAMBAR  
 

TAG TERKAIT


 

| Berita Video

Gempa Banten, WH: Warga Mengungsi Sesuai Dengan Simulasi



BNNews.top- Tindakan warga yang dengan sigap mengungsi dan mencari tempat aman seiring dengan peringatan dini tsunami di puji Gubernur Banten Wahidin Halim (WH).

Warga mencari tempat yang aman ketika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menengeluarkan peringatan gempa 7,4 skala richter (SR)di laut selatan dan berpotensi tsunami 

"Warga mengungsi adalah tindakan yang benar," tegas WH.

"Itu sesuai dengan simulasi yang selama ini telah disosialisasikan  kepada masyarakat di sekitar rawan tsunami, ada zona merah, kuning, dan zona aman. Termasuk hunian sementara (huntara) yg telah dibangun oleh Pemprov Banten," tambahnya.

Tujuh kecamatan yang warganya sudah mengungsi. Tiga kecamatan di Kabupaten Lebak meliputi:  Bayah,  Panggarangan, dan Wanasalam. 

Tiga kecamatan di Kabupaten Pandeglag meliputi: Sumur, Labuan, dan Carita. Serta Kecamatan Anyer Kabupaten Serang.

Dari tujuh kecamatan tersebut, pusat gempa 147 km arah barat daya Kecamatan Sumur. Kondisi saat ini, aliran listrik di daerah tersebut sempat  padam. Kondisi laut terpantau masih normal.

Akibat gempa, hingga saat ini terpantau ada beberapa rumah yang mengalami kerusakan, pagar sekolah roboh, serta plafon masjid dan pesantren jatuh.

Tim Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah(BPBD) Banten sudah di lokasi resque beserta BPBD Pandeglang. Saat ini sedang mendata banyaknya pengungsi, serta kerusakan bangunan. Serta bersama-sama aparatur Kab Pandeglang mengantar warga ke rumah nya masing-masing. 

Seperti diketahui, informasi dari BMKG Jumat, 02 Agustus 2019 pukul 19.03.21 WIB wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa diguncang gempa tektonik. Hasil analisis menunjukkan gempa ini memiliki kekuatan M=6,9. Episenter terletak pada koordinat 7.54 LS dan 104.58 BT tepatnya di laut pada kedalaman 10 km. Peringatan potensi  tsunami dari BMKG telah diakhiri. 

WH mengimbau warga masyarakat untuk tenang dan tidak terlalu panik. Tidak terpengaruh oleh info-info yang salah.

"Apa yang dilakukan masyarakat sudah benar.  Tetap waspada walaupun peringatan dini tsunami sudah diakhiri," pungkasnya. *
Bayah

No comments:

Post a Comment