Balita Kena Tumpahan Nasi Panas dari Rice Coocker, Butuhkan Uluran Dermawan - BN News

Breaking

    DESKRIPSI GAMBAR  

Balita Kena Tumpahan Nasi Panas dari Rice Coocker, Butuhkan Uluran Dermawan

BNNews.top- Malang nian nasib balita perempuan, anak warga Desa Podok, Kecamatan Aluhaluh, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), ini. Kulit tubuhnya melepuh dan harus menjalani perawatan intensif.

Jihan Aulia namanya, usianya baru delapan bulan. Bocah malang ini anak ketiga (bungsu) Ahmad Muhid, warga RT 01 Desa Podok. Musibah menimpanya, Minggu (11/08/2019) sore sekitar pukul 17.00 Wita.

"Saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Ulin Banjarmasin. Sudah ditangani dokter setempat. Senin pagi pukul 06.00 Wita hingga 10.00 Wita bayi itu dioperasi. 

Kondisinya masih lemah," ucap Nurul Habibah, relawan dari Forum Komunikasi Mahasiswa Kabupaten Banjar (FKMKB), Senin (12/08/2019).

Sejak Minggu sore hingga hari ini Habibah dan beberapa rekannya masih mendampingi penanganan balita tersebut di RSU Ulin Banjarmasin. Pihaknya mengetuk pintu hati kalangan dermawan untuk mengulurkan tangan untuk biaya pengobatan Jihan aulia

"Operasi pertama ini saja memerlukan biaya sebesar Rp 25 juta. Orangtua Jihan tak punya jaminan apa pun, BPJS juga tak ada," tutur Habibah.

Karena itu pihaknya sangat mengharapkan uluran tangan dari para dermawan. Apalagi balita tersebut dimungkinkan masih akan menjalani operasi lanjutan. Pasalnya, operasi pertama yang dilakukan untuk mengurangi rasa sakit.

Dikatakannya, orangtua balita tersebut tergolong warga berekonomi lemah di Aluhaluh. Penghasilan sebagai petani kecil tak seberapa, hanya pas-pasan untuk membiayai hidup sehari-hari. Karena itu untuk menutupi biaya operasi pertama sebesar Rp 25 juta tersebut pun juga masih kebingungan.

Mengutip penuturan ibunda Jihan, Habibah mengatakan tak ada yang mengetahui secara persis bagaimana kejadian tragis itu berlangsung. Saat sang ibu sedang memasak nasi di rice coocker. Sang ibu meletakkan rice coocker di atas tempat beras.

Sementara itu Jihan Aulia yang berada di dapur merangkak ke sana kemari. "Entah bagaimana kejadiannya, mungkin saat itu lagi asik-asyiknya merangkak tanpa sengaja menggapai rice coocker yang sedang dalam keadaan mendidih," beber Habibah.

Seketika itu juga, beras panas (mendidih) di dalam rice coocker itu tumpah dan langsung menimpa wajah dan bagian tubuh belakang Jihan. Spontan balita ini berteriak menangis sejadi-jadinya.

Sang ibu pun terkesiap dan mendapati sang anak telah mengerang kesakitan dengan keadaan kulit wajah dan kulit tubuh bagian belakang mengelupas berwarna kemerahan.

"Sempat mendapatkan pertolongan dari warga kampung dengan berbagai macam cara, tapi tak membuahkan hasil. Lalu dilarikan ke Puskesmas Aluhaluh. Saat keadaan mulai darurat pihak puskes pun tidak mau mengambil risiko dan langsung dievakuasi ke RSU Ulin untuk mendapat penanganan lebih lanjut," tutur Habibah.

Setelah mendapat penanganan (operasi), lanjutnya, kondisi balita itu masih tampak lemah. "Kami lihat keadaannya masih memprihatinkan, belum begitu membaik. Sepertinya harus mendapatkan penanganan lanjutan yang intensif. Karena itu kami berharap perhatian dan uluran tangan dari dermawan," tandasnya.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Banjar Ikhwansyah mengatakan pihaknya melalui Puskesmas Aluhaluh terus memantau kondisi perkembangan balita tersebut. 

"Kalau mengenai biaya pengobatan dan lainnya, nanti kami koordinasikan dengan Dinas Sosial," jelasnya. *

No comments:

Post a Comment