Dengan ini, Cegah Risiko Influenza Pada Anak -->

Menu Atas

Advertisement

Loading...

Dengan ini, Cegah Risiko Influenza Pada Anak

By: M Abdul Rosyid
Friday, 5 July 2019


BNNews.top- Anak-anak termasuk salah satu kelompok usia yang paling rentan terkena influenza atau flu. Hal ini lantaran anak-anak belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat.

"Transmisi (influenza) cepat pada anak karena daya tahan tubuh belum baik," ujar Ketua Indonesia Influenza Foundation (IIF) Prof dr Cissy B. Kartasasmita, SpA(K), PhD.

Cissy mengungkapkan, risiko anak terkena penyakit yang disebabkan virus influenza mencapai 20-30 persen, atau lebih tinggi dari orang dewasa yang memiliki peluang 5-10 persen.

Penularan virus bisa terjadi, antara lain melalui udara, dan kontak langsung dengan sekret atau muntahan. Misalnya, saat seseorang berbicara, dia mengeluarkan percikan ludah yang jika mengandung virus maka berisiko menularkan pada orang lain.

"Serangan tertinggi pada anak di sekolah sekitar 19,5 persen, di rumah 3,8 persen," kata Cissy.

Pada mereka yang terkena influenza, ada sejumlah gejala yang muncul antara lain tiba-tiba pilek, batuk tak berdahak, kadang-kadang diare, mual, muntah, demam di atas 38 derajat Celsius, lemas, sakit tenggorokan, sakit kepala hingga sakit otot.

Pada tingkat yang lebih serius, influenza bisa menyebabkan komplikasi seperti radang paru, infeksi telinga, dan sinus.

Untuk mencegah penularan influenza, Cissy menyarankan agar anak-anak rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan tidak bersalaman dengan tangan yang belum dicuci.

Selain itu, anak mulai usia enam bulan hingga 18 tahun perlu mendapatkan vaksinasi. Dilansir viva, sementara pada anak di bawah usia enam bulan, vaksinasi bisa diberikan melalui ibunya saat hamil di trimester kedua atau ketiga.

Imunisasi pada ibu hamil dapat melindungi bayi yang dilahirkan sampai usia enam bulan. Vaksinasi setiap tahun, menurunkan risiko influenza pada anak 60-90 persen. Saat divaksin, anak sebaiknya harus dalam kondisi sehat.  ***
(ina)