Adat Budaya Belitong Adalah Penerus Dari Jaman Sebelumnya yang Harus Dijaga dan Dilestarikan - BN News

Breaking

    DESKRIPSI GAMBAR  
 

TAG TERKAIT


 

| Berita Video

Adat Budaya Belitong Adalah Penerus Dari Jaman Sebelumnya yang Harus Dijaga dan Dilestarikan


BNNews.top- Belitong, Kepulauan Belitong  yang terbagi menjadi 2(dua) Kabupaten yakni Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur(Beltim).  Meski kepulauan Belitong tergabung dalam satu Provinsi yaitu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, namun demikian baik Bangka maupun Belitong sama-sama yang tidak jauh berbeda memiliki keragaman budaya adat seperti adat perdukunan.

Adat belitong seperti halnya perdukunan yang tidak asing lagi bagi warga masyarakat  khususnya,  warga Bangka dan Belitong. Kendati demikian, dengan berkembangnya jaman dan kemajuan seperti peradaban dan teknologi yang seakan-akan adat budaya Belitong sepertinya lemah dikalangan ,masyarakat entah itu pertumbuhan generasi muda di zaman sekarang atau memang  penyampaian pemahaman dari generasi sebelumnya yang kurang dipahami.

Menyikapi  phenomena dan berbagai kejadian belakangan ini seperti yang terjadi disalah satu wilayah Kecamatan Gantung. Misalnya, kemunculan buaya bahkan kemunculan buaya tersebut  hingga merenggut nyawa warga dan atau bahkan dengan kejadian lainnya yang dialami warga pekerja tambang tidak menutup kemungkinan hal hal tersebut berkaitan dengan adat budaya disekitar.

Perbincangan Awak media  ini dengan Ketua Kedukunan Adat Belitong pak Mukti disalah satu rumah warga  saat beliau melihat kondisi warga yang sudah terbaring sekitar kurang lebih 2(dua) bulan. Dirinya mengatakan istilah perdukunan adalah meneruskan generasi sebelumnya yang ada di Kepulauan Belitong. Rabu (31/7/2019).

“Adat  perdukunan dari jaman dahulu hingga sekarang masih cukup dikenal oleh kalangan warga masyarakat. Yang tentunya masing-masing dukun punya batas wilayahnya masing-masing untuk memback up hal hal gaib yang tidak kasat oleh mata’’, ujar Mukti. 

Belitong (lanjut Mukti-red), terdiri dari 187(seratus delapan puluh tujuh) Dukun memiliki kewenangannya masing-masing. Namun perlu saya sampaikan juga untuk wilayah Gantung ini khususnya cukup rawan lantaran 1(satu) tahun ini tidak ada yang memback up hal hal yang tidak terlihat  mata.

“Berbagai hal yang sering dialami warga yang diluar kesadaran kita, sementara dalam hal ini dukun kampong yang merupakan generasi penerus sebelumnya juga harus mampu beradaptasi dengan keadaan lingkungan yang berbau mistis atau ghoib yang tidak kasat oleh mata’’, jelas dia.

Saat disinggung dengan keadaan yang terjadi dan dialami oleh salah satu pertambangan biji timah yang longsor mengakibatkan empat pekerja tambang tertimbun satu diantaranya hingga kini sudah memasuki hari kelima belum ditemukan. Dikatakannya, sebagai dukun dalam hal ini kita hanya berikhtiar (berupaya) menyampaikan  do’a meski semua itu tidak lupt dari Yang Maha Kuasa (Allah), namun ada hal-hal yang terkadang sebagian kalangan masyarakat kurang memahi (yang tidak terlihat mata). Kita berdo’a saja semoga jasad korban yang tertimbun ini diketemukan segera.

“Di Belitong ini, sudah tidak asing dengan hal hal yang tidak Nampak oleh mata begitu juga diluar Belitong tentunya. Tapi dalam bahasa penyampaian melalui istilah dukun tentunya juga bagi yang bersangkutan harus memahami istilah yang harus disampaikan dengan keadaan sekitar”, ungkap Mukhti.

Dikatakannya juga adat  budaya Belitong jangan sampai terabaikan karena kita merupakan generasi penerus sebelumnya. Seperti diwilayah Gantung ini kalau menurut pandangan saya, seakan lemah adat budaya khusunya adat dukun wilayah.   

Demikian juga dirinya yang secara tidak sengaja untuk diundang melihat kondisi Mayana Idin (75 thn) warga Dusun Terang Bulan, Desa Lalang Jaya, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur (Beltim), yang terbaring kurang lebih sekitar 2(dua) bulan lamanya. Dijelaskannya, namanya kita kita berikhtiar itu harus, baik itu secara medis maupun non medis. Tetapi jika suatu penyakit ketika dibawa keahli medis dan dinyatakan tidak terlihat penyakitnya wajar sekiranya jika pihak keluarga untuk melakukan upaya lain yakni melalui non medis(dukun).

“istilah Dukun jangan disalah artikan, kemungkinan bagi sebagaian kalangan melihat sisi dukun ada yang berpandangan negative. Tapi, menurut saya jika seseorang sudah bergelar dukun sudah tentu dirinya harus paham dengan kewenangan dan tanggungjawabnya’’, imbuh dia.

Kepada Ibu Mayana Idin kata dia lagi, semoga dalam ikhtiar nya menemukan jodohnya. Karena setiap penyakit tentunya punya obat begitu juga dengan ikhtiar semoga upaya yang dilakukan segera diridhoi dari Allah SWT, tandasnya. (Marsidi)    

No comments:

Post a Comment