LBB Diskusi: Menyambut Perda Pelestarian Budaya Betawi -->

Menu Atas

Advertisement

Loading...

LBB Diskusi: Menyambut Perda Pelestarian Budaya Betawi

By: M Abdul Rosyid
Friday, 31 May 2019


Tangsel, BNNews.top- Menjalin lebih erat tali silaturahmi antar padepokan atau sanggar silat tradisional betawi yang tersebar di Kota Tangerang Selatan, Lembaga Budaya Betawi (LBB) menggelar rangkaian kegiatan Buka Bersama, Santunan yatim berjumlah 100 orang serta acara pokok Rapat kerja 2019 diskusi “Menyambut Perda Pelestarian Budaya Betawi”.

“Untuk kegiatan bukber sendiri merupakan rutinitas tahunan,” ungkap Ketum LBB Tangsel, Abdul Karim, di Aula Kecamatan Pondok Aren, Kamis (30/5/2019) malam.


Sesuai daftar hadir yang ada, katanya, sudah mewakili hampir sekira 130 Padepokan, dan yang terlihat 90 an padepokan. Diantaranya, Bayu Suta Sudasna Perwakilan DPD Bamus Betawi Kota Tangerang Selatan, Ustd Abdul Rojak selaku Penasehat Bamus Betawi, Inung Nurjanah perumus raker, Tokoh Budaya Jaro Syarif pimpinan Jawara Silaturahmi Kota Tangerang Selatan, yang duduk di bangku podium utama.


“Kami hadir memenuhi undangan LBB ini dalam acara buka bersama, rapat kerja, dan telah banyak kami sampaikan beberapa fase-fase sosialisasi Perda Pelestarian Budaya Betawi,” terang Bayu Suta Sudasna, usai kegiatan.

Menurutnya, pada acara sesi ketiga tadi yakni raker, dibuka langsung oleh Ustadz Abdul Rojak, pihak Bamus Betawi Tangsel akan segera melakukan roadshow ke kecamatan-kecamatan se Tangsel untuk sosialisasi Perda Pelestarian Budaya Betawi yang telah disahkan pada 23 Mei lalu.


“Kami juga akan segera melakukan roadshow, mungkin ke kecamatan se Kota Tangerang Selatan,” cetusnya.


Ia tekankan bahwa warga Betawi di Kota Tangerang Selatan harus mengetahui jika di Kota motto CMORE ini sudah memiliki Perda Pelestarian Budaya Betawi.


“Tinggal kita sosialisasikan nanti kepada penggiat maupun aktivis budaya, guru-guru persilatan, pelaku budaya baik seni tari, lenong, dan sebagainya, harus mengetahui point-point didalam perda untuk bersama-sama membuat rumusan yang nantinya akan didorong kepada Dinas terkait agar bisa dilanjutkan menjadi point-point Perwal,” katanya.


Menutup sebagian akhir wawanca, Bayu menyebut bahwa dengan adanya Perwal, maka nanti akan menjadi sempurna dijalankan serta diterapkan dalam masyarakat. ***

(Sug)