Diduga Tercemar Sebagian Pesisir Pantai Laut Akibat Pengerjaan Penambahan Tersus -->

Menu Atas

Advertisement

Loading...

Diduga Tercemar Sebagian Pesisir Pantai Laut Akibat Pengerjaan Penambahan Tersus

By: M Abdul Rosyid
Tuesday, 7 May 2019


Belitung Timur, BNNews.top- Sebagian pesisir pantai laut Tanjung Kelumpang diduga tercemar akibat hempasan ombak yang menerjang timbunan baru pengerjaan disalah satu pelabuhan terminal khusus.

Pantauan dilapangan air laut disekitar pelabuhan terlihat keruh dan sebagian karang tidak terlihat. Sayangnya saat dilokasi diduga ada penambahan baru sekitar belasan meter di pelabuhan tersebut tidak ada aktifitas bahkan pihak pengelola maupun yang yang jaga tidak ada ditempat hanya satu alat berat merk Hitachi berwarna merah genteng sedang parkir.

Masyarakat yang berada disekitar saat ditanya dilokasi Tersus terkait aktifitas pengerjaan mangatakan dirinya tidak tahu kapan aktifitas pengerjaan diduga ada penambahan baru itu terhenti.

"Kurang tahu juga ya pak, saya sekitar tiga (3) hari tidak kesini. Tapi faktanya seperti yang bapak lihat sendiri kondisi air lautnya", kata Warga yang identitasnya tidak mau difublikasikan sambil mengangkat muatan untuk rekannya melaut. (7/5/2019) sore.

Setiap ombak besar airnya seperti itu lanjut tersebut menambahkan kalau dilihat tanah timbunan (pengurukan) untuk pelabuhan seperti tanah kaolin makanya seperti itu kalau kena ombak. Bahkan karang karang yang ada pun sebagian tertutup lumpur,  imbuhnya.

Adapun rekannya mengatakan bukan hanya itu saya pun kadang kesulitan kalau mau memasukkan perahu saya berlabuh.

"Saya juga kalau mau memasukkan perahu untuk berlabuh kadang khawatir kalau kena karang. Biasanya kan kalau mau masukkan perahu terlihat alurnya jadi perahu  tidak takut kena karang,  kalau airnya seperti ini kita jadi  khawatir juga mana karang mana yang bukan karang", ujar nelayan asal tanjungpandan.

Sementara pihak Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Beltim saat dikonfirmasi terkait adanya penambahan pelabuhan tersus tersebut mengatakan belum ada progresnya ke UPP.

"Mereka aja progresnya tidak ada laporan ke UPP. Hingga kini belum juga ada", ungkap pihak KUPP Beltim.

Adapun pihak pengelola Tersus hingga saat ini belum dapat dihubungi. (Marsidi)