Diduga Tanpa Dokumen Resmi, Pengiriman Zirkon Terus Berjalan -->

Advertisement

Loading...

Diduga Tanpa Dokumen Resmi, Pengiriman Zirkon Terus Berjalan

By: M Abdul Rosyid
Wednesday, 29 May 2019


Belitung, BNNews.top- Polemik pengiriman pasir zirkon terus berkepanjangan, walaupun diduga tanpa dokumen resmi, pengirimannya  ini terkesan dipaksakan. Semua seperti dikondisikan, adakah indikasi keterlibatan pejabat tinggi Babel?.

Ketua LSM lintar Ali Hasmara kepada wartawan mengatakan, hebat pemilik CV Mualim diduga bisa melobi instansi terkait supaya pengiriman zirkon berjalan mulus. Seharusnya setelah dokumen lengkap SKP awal diterbitkan  baru muat barang keatas tongkang.

“Ini ada yang tidak beres buktinya dulu, SKP awal diterbitkan bersamaan dengan SKP akhir, ada permainan apa ini. Dari pengurusan dokumen saja sudah banyak kejanggalan’’, ujar Ali.

Kami akan cari terus lanjut Ali H menambahkan, cari tahu tentang indikasi keterlibatan pejabat tinggi Pemprov Babel. Memang untuk saat ini kita, diduga keterlibatan pejabat tinggi kita tidak bisa buktikan, tapi dengan menggiring untuk mengetahui proses penerbitan dokumen pajak dan dokumen lain lainnya nanti akan mengerucut mengarah kesiapa yang yang bertanggungjawab.

“Nanti ada didalam kronologis laporan yang rencana akan dibuat oleh Aliansi LSM Bersatu, mudah mudahan data  yang rekan rekan kami dapat dari Jakarta bisa menjadi data tambahan yang akurat untuk membawa kasus pengiriman  zirkon  kerana hukum’’, ungkap Ali.

Ketua LSM Intel Belitung Ivan Haidari menambahkan, tongkang muatan zirkon sudah berangkat tanggal 28 Mei 2019, namun masalah belum selesai. Kami ikut dalam Aliansi Bersatu, dan terus mengungkap fakta pengiriman zirkon ini.

“Berdasarkan informasi awal dari PBM, rencana muatan 1000(seribu) ton, namun informasi akhir hanya 700(tujuh ratus) ton, mungkin diduga karena banyak yang bocor jadi harus tutup sana tutup sini supaya aman’’, kata Ivan.

Menurut hemat saya, kata Ivan lagi, kalau dilihat dari dokumen diduga sudah bermasalah. Bisa diduga sudah terjadi kong kalikong dari instansi terkait.

“Dan sebenarnya yang patut dicurigai pengiriman zirkon ini apakah benar benar zirkon yang dikirim atau ada barang lainnya yang berharga ikut didalam tongkang karena momentnya sangat tepat untuk pengalihan’’, pungkasnya. (Marsidi)