Menelusuri Sejarah Mata Air Awet Muda Di Desa Maringgai - BNNews

Breaking

     

Baca konten viral kami di BABE

DESKRIPSI GAMBAR    

Saturday, 6 April 2019

Menelusuri Sejarah Mata Air Awet Muda Di Desa Maringgai


Lampung Timur, BNNews.top- Pemandian Ratu atau sering di sebut Kali Perigi yang kononnya bila mandi di mata air tersebut dapat meremajakan (Awet Muda) dan Enteng Jodoh, sedikit sejarah singkat yang di ceritakan oleh pengurus Makam Ratu Darah Putih Melinting yang bergelar Dalem Penuntun Batin pada saat bnnews dan beberapa wartawan datang menelusuri cikal bakal destinasi wisata itu sejarah tersebut, Jum’at (05/04/2019).

Pada abad ke 13 terjadilah perkawinan Putra Ratu Pugung dan sekitar Abad ke 15 kemudian terjadi lagi perkawinan Sarif Hidayatullah Cirebon serta perubahan Keratuan Darah Pugung menjadi Keratuan darah Putih.

Dalem Penuntun Batin menceritakan,”ngambil alur cerita sejarah mengapa ada Pemandian Ratu di situ, sekitar pada Abad 13, 14 apa 15 terjadilah perkawinan Syarif Hidayatullah Cirebon dengan Putri Pugung (putrinya Sinar Alam, red) dan terjadilah perubahan Darah Keratuan Pugung menjadi Keratuan Darah Putih, ini singkat aja ya,”ceritanya pada tim awak media.

Kurang lebih Abad ke 16 mereka (Syarif Hidayatullah Cirebon & Putri Pugung, red) Hijrah ke Kampung yang saat ini menjadi nama desa Maringgai, kecamatan Labuhan Maringgai, kabupaten Lampung Timur. Dan mereka mendirikan Keratuan yang di pimpin oleh Sultan Ratu Muhammad Idil Tiang Agama, salah satu keturunan dari Sarif Hidayatullah Cirebon dan Putri Pugung, Keratuan itu sendiri di beri nama Ratu Darah Putih Melinting.

Masih di ceritakan Dalem Penuntun Batin,”terus setibanya di sini sekitar abad ke 16 berdirinya Keratuan atau Kesultanan yang di pimpin dari salah satunya anak perkawinan Sarif Hidayatullah Cirebon dengan Putri Sinar Alam (Putri Pugung, red), mendirikan Keratuan di sini, kunjungan beliau pada waktu itu dulu mandinya ke situ (Kali Pemandian Ratu, red),”tambahnya.

Terkait mitos awet muda, itu hanya manfaat dari mata air itu sendiri dan kononnya banyak yang mempercayai itu.

Lebih jauh pengurus Makam Ratu Darah Putih menceritakan,”kalau itu manfaat dari air, dan itu memang benar, tapi mandinya itu tidak semua harus mandi ke situ, setiap sumber mata air itu ada pintunya, di situ sendiri ada beberapa mata air dan namanya berbeda – beda,” lanjut Dalem Penuntun Batin

Perlu di ketahui, di cikal bakal  Destinasi Wisata sejarah Pemandian Ratu itu sendiri memiliki tujuh Sumber Mata Air yang memiliki makna dan nama berbeda-beda.

Sejauh ini, Dalem Penuntun Batin (pengurus makam Ratu Darah Putih, red) hanya mengenali Empat sumber mata air, sedangkan tiga sumber mata air lainya belum di ketahui nama dan maknanya.

Masih di ceritakan oleh pengurus Makam Ratu Darah Putih Melinting,”untuk sementara ini ada tujuh mata air, mata air yang pertama itu namanya pemandian penyucian lahir dan batin, yang kedua mata air pemandian untuk alam lain (Gaib, red), mata air yang ke tiga itu untuk berziarah ke makam (Ratu Darah Putih Melinting, red), terus yang ke empat itu pemandian awet muda, sedangkan untuk yang ke lima, enam dan tujuh belum di ketahui,”tutup Dalem Penuntun Batin.

Untuk di ketahui, kesempurnaan mata air itu sendiri begitu alami dan segar sehingga membuat pengunjung bila mendatangi lokasi Pemandian Ratu itu ingin merasakan basahnya mata air Awet Muda.
(Toni/ery)

No comments:

Post a Comment