Shinta Wanita 28 Tahun Asal Lombok (NTB) Terlantar Di Lampung Timur - BNNews

Breaking

     

Baca konten viral kami di BABE

DESKRIPSI GAMBAR        

Shinta Wanita 28 Tahun Asal Lombok (NTB) Terlantar Di Lampung Timur


BNNews | Seorang wanita (28) asal Lombok NTB kurang mampu dalam sisi ekonomi dan kondisinya sakit, tidak punya sanak saudara dan tidak memiliki kartu BPJS kesehatan serta  ingin pulang ke kampung halamannya di Lombok Nusa Tenggara Barat. Wanita ini butuh uluran bantuan donatur dari orang yang berhati ikhlas, (11/03).

Shinta wanita berumur kurang lebih 28 tahun, Dia pertama kali dijumpai Aktifis Perempuan dan Anak, di kantor kepolisian Sektor Marga Sekampung polres Lampung Timur Polda Lampung dalam keadaan sakit sambil menggendong anak perempuan berumur 5 tahun.

Kepada polisi Shinta meminta dibantu agar bisa berobat dan pulang ke kampungnya di Lombok Nusa Tenggara Barat.

Polisi pun berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) kabupaten  Lampung Timur.

Petugas P2TP2A yang mendapatkan informasi, Dian Ansori dan Niluh Listriyani membawa Shinta ke RSD Sukadana, sebelumnya P2TP2A terlebih dahulu  berkordinasi dengan, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pengendalian Penduduk Drs. Farida Nurma, Direktur Rumah Sakit Sukadana Dr. Nanang.

Alhamdulillah terhitung  sejak hari Senin 11 Maret 2018 Shinta mulai dirawat diruang bedah, untuk persiapan operasi pengangkatan Tumor di didalam perutnya.

Selanjutnya P2TP2A Lampung Timur akan menggalang dana, untuk biaya pengobatan, juga biaya transportasi Shinta dan anaknya pulang ke Lombok.

Adapun kronologis  kisah yang dialami oleh Shinta wanita kelahiran Lombok Nusa Tenggara Barat (28) yang lalu, dengan latar belakang keluarga tidak mampu. Adalah, saat umur 20 tahun ia merantau dan bekerja di provinsi Bangka Belitung.

Di tempat bekerja Shinta di peristri seorang pria yang berasal dari kecamatan Marga Sekampung Lampung Timur. Setelah menikah Shinta dibawa suami kerumah orang tuanya di Kecamatan Marga Sekampung, keluarga suami juga golongan masyarakat tidak mampu.

Miris nasib Shinta, ternyata suaminya adalah pria yang sudah punya istri.

Derita Shinta bertambah, setelah Shinta memiliki anak kedua, suami Shinta pergi meninggalkan Shinta dan istri tuanya dengan membawa wanita lain, hingga saat ini (kurang lebih 5 tahun).

Shinta dan dua anaknya bertahan hidup dengan makan dari hasil belas kasihan orang, dengan bekerja semampunya.

Semakin parah penderitaan Shinta, tatkala Lima bulan yang lalu Shinta merasakan sakit di perutnya. Karena tidak memiliki kartu BPJS kesehatan dan tidak punya biaya Shinta pun hanya menahan sakitnya.

Pada hari Sabtu tanggal 9 Maret 2019 Shinta, memutuskan untuk minta bantuan dan Shinta pun mendatangi Polsek Marga Sekampung, dan akhirnya Shinta dirawat di RSUD  Sukadana. (Toni /dian ansori)

No comments:

Post a Comment