Dugaan Penipuan Oleh Oknum Kades Camat Waybungur Angkat Bicara - BNNews

Breaking

     

Baca konten viral kami di BABE

DESKRIPSI GAMBAR        

Dugaan Penipuan Oleh Oknum Kades Camat Waybungur Angkat Bicara


BNNews | Menyikapi berita tentang biaya balas jasa yang disebut provisi atau kurtase baik dari penjual dan khususnya pembeli untuk makelar atau broker terindikasi tidak dibayar. Oleh karena itu, Camat Kecamatan Way Bungur, Raden Gunawan mengatakan perihal itu tidak dibenarkan. Iapun telah memberi saran tapi tidak digubris oleh Samsul Arifin Kepala Desa Tanjung Qencono. Selain itu, Samsul juga bergabung dalam satu tim dengan Sauji dan Narmi jadi broker tanah itu sejak 2012 lalu, (10/03).

Lanjutnya, "Sesuatu yang tidak dibagi itu tidak bisa, kalau dia berbagi pasti aman, maka sampai jadi berita karena mereka pecah kongsi. Samsul sudah saya kasih saran tapi iya iya terus katanya,"kata Raden Camat Kecamatan Way Bungur.

Pemilik tanah berinisial, Su mengatakan sawahnya dijual diduga dipotong untuk biaya ukur, infaq, surat keterangan tanah (SKT) dan kekurangan ukuran tanah.

"Saya jual sawah duitnya dipotong, katanya untuk ngukur dan kekurangan tanah. Semua dipotong untuk infaq sama SKT ya diambil dari potongan itu,"kata Su Rabu, 6/3 pukul 15:00 WIB yang ditemukan berada dekat kebun ubi kayu miliknya.

Ketika dikonfirmasi, pihak yang mengetahui proses, mulai dari menghubungi Sauji, menemui Samsul, survei ke lokasi tanah milik petani dan dijual ke pembeli.

"Awalnya saya telpon Sauji yang lagi di Bandar Lampung, aku serombongan di suruh temui Samsul, melobi proyek itu sampe berjalan, itu namanya serakah bohongi uang. Saya mengondisikan, Sauji ditinggalkan, padahal tidak bisa berjalan tanpa saya. Saya tau tanah itu dibeli dari petani dan dijual Samsul harga berapa. Disitu ada dataran DAS, tanah rawa dan tanah daratan,"ungkap sumber berinisial, Ak Sabtu, 9/3 melalui handphone.

"Tahap awal, kedua sampai sekian bulan, tadinya Samsul gak mau tandatangani sebelum deal, tapi sehabis dia dapet duit diem - diem ditandatanganinya. Saya tau siapa yang bermain, apa permainannya dan kemana saja uangnya, tunggu lihat saja nanti akan saya bongkar. Mereka berjanji ke saya, ke Narmi dan ada untuk Sauji, tapi akhirnya hanya mereka yang dapat uang di telan sendiri."urainya.
(Toni / Ropi)

No comments:

Post a Comment